Doa Keluarga di Balik Amanah PWI Jabar

DARI persaingan menuju persatuan. Tantan Sulthon Bukhawan membawa pesan agar anggota PWI Jabar kembali bergandengan tangan.

Doa Keluarga di Balik Amanah PWI Jabar
MENANG TELAK: Pemimpin Redaksi InilahKoran Tantan Sulthon Bukhawan saat memberikan sambutan setelah terpilih menjadi Ketua PWI Jabar periode 2026-2031

Oleh: Gin Gin T Ginulur

Tepuk tangan belum sepenuhnya reda ketika Tantan Sulthon Bukhawan berdiri di hadapan peserta Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026. Malam telah larut di Hotel Horison Ultima, Rabu (12/8), tetapi suasana belum benar-benar ingin berakhir.

Beberapa jam sebelumnya, nama Tantan masih menjadi salah satu dari dua kandidat yang menunggu nasib di balik kotak suara. Kini, angka-angka itu telah berbicara.

Tantan memperoleh 444 suara. Rivalnya, H Hardiansyah, meraih 247 suara. Dari 755 surat suara yang disiapkan panitia, 699 digunakan, satu dinyatakan salah tulis, sementara 55 lainnya masih utuh.

Namun bagi Tantan, kemenangan malam itu bukan semata tentang angka.

Di belakangnya, ada keluarga yang sejak awal menjadi bagian dari perjalanan. Istri dan anaknya turut menyaksikan momen ketika perjuangan panjang itu berujung pada kepercayaan untuk memimpin PWI Jawa Barat selama lima tahun ke depan.

“Di belakang ada istri saya, anak saya,” ucap Tantan dalam sambutannya sambil mengarahkan tangan ke titik tempat keluarganya hadir.

Dia lalu menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang setiap pagi tak pernah putus mendoakan. Ada keyakinan yang terus dijaga, ada dukungan yang menjadi tenaga ketika langkah terasa berat.

“Terima kasih atas doa-doanya yang selalu dipanjangkan untuk setiap pagi,” katanya disambut tepukan peserta Konferprov yang masih hadir di ruangan.

Malam itu menjadi saksi bagaimana sebuah persaingan berubah menjadi kemenangan. Tetapi Tantan tampaknya tak ingin menjadikan kemenangan sebagai garis akhir. Dia justru mengajak seluruh anggota PWI Jawa Barat untuk berjalan bersama.

Sejak penghitungan dimulai, ruang konferensi memang dipenuhi ketegangan. Setiap surat suara yang dibuka menjadi penentu. Sejak awal penghitungan, Tantan terus memimpin. Angka demi angka dibacakan, sementara kedua kubu menunggu dengan cermat.

Pada angka 200, Tantan sudah unggul jauh ketika Hardiansyah baru mengumpulkan sekitar 80 suara. Ketika Tantan menembus 300, perolehan lawannya masih di kisaran 150.

Momentum semakin kuat saat Tantan mencapai 350 suara, sementara Hardiansyah berada di angka 199. Angka 444 akhirnya menjadi penanda kemenangan Tantan.

Alih-alih merayakan kemenangan dengan membangun jarak, dia memilih merobohkannya. Tak ada lagi kubu pemenang dan kubu yang kalah, katanya. Semua kembali pada satu identitas: anggota PWI Jawa Barat.

Semua di sini adalah satu, yaitu anggota PWI Jawa Barat. Mari kita bersama-sama menyukseskan program perubahan demi kesejahteraan kita semua. Karena profesi jurnalistik memiliki risiko yang sangat tinggi,” ujar Pemred InilahKoran itu. 


Editor : Inilahkoran