Gunung Malang Menembus Nasional

Gunung Malang  Menembus Nasional
TINGKAT NASIONAL: Desa Gunung Malang, Tenjolaya, Kabupaten Bogor masuk dalam peringkat 23 desa wisata di tingkat nasional.(INILAH/REZA ZURIFWAN)

INILAH, Bogor - Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, belum lama mengenakan identitasnya sebagai desa wisata. Namun, dalam waktu yang relatif singkat, namanya sudah melangkah jauh hingga tingkat nasional.

Desa yang baru dibentuk pada 2024 itu berhasil masuk peringkat 23 desa wisata terbaik dalam Wonderful Indonesia Award 2026. Di tingkat Jawa Barat, Gunung Malang juga masuk 10 besar dalam ajang Smiling West Java 2026.

"Alhamdulillah, di ajang Wonderful Indonesia Award 2026, Desa Gunung Malang, Tenjolaya berada di peringkat 23 desa wisata terbaik di tingkat nasional dan 10 besar di ajang Smiling West Java 2026," ujar Kabid Daya Tarik Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor Yuliana Idrus kepada wartawan, Minggu (27/9). 

Ada banyak hal yang membuat Gunung Malang menarik. Alam menjadi salah satu kekuatannya. Desa ini menawarkan bentang pertanian yang dikembangkan sebagai edu farm, air terjun, kearifan lokal, hingga keramahan masyarakat.

Jejak sejarah juga masih tersimpan. Cagar budaya peninggalan era Kerajaan Pajajaran menjadi bagian dari kekayaan yang melengkapi pengalaman wisata di desa tersebut.

Lokasinya pun memberi keunggulan tersendiri. Gunung Malang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Keunggulan itu pun menghasilkan pengalaman wisata yang otentik, edukatif dan berkelanjutan bagi para wisatawan yang berkunjung," tutur Yuliana.

Namun, sebuah desa wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan. Agar potensi tersebut berkembang, pemerintah daerah memberikan pendampingan kepada Desa Gunung Malang.

Pendampingan dilakukan untuk mendorong desa yang kini masuk kategori kreatif itu bergerak menuju status berkembang hingga maju.

Bukan hanya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang terlibat. Sejumlah perangkat daerah lainnya ikut mengawal proses pengembangan tersebut.

"Tak hanya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, dinas lainnya pun turut mengawal agar Desa Gunung Malang, Tenjolaya statusnya naik menjadi berkembang, lalu maju," sambung Yuliana.

Potensi serupa sebenarnya tersebar di banyak penjuru Kabupaten Bogor. Dari 416 desa yang ada, pemerintah melihat peluang besar untuk mengembangkan desa-desa menjadi tujuan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor Ria Marlisa mengatakan pengembangan desa wisata diarahkan bukan hanya untuk mendatangkan wisatawan. Ada tujuan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni menggerakkan ekonomi lokal. (reza zurifwan/gin)


Editor : Inilahkoran