Klaim Harga Komoditas Alami Penurunan, Begini Penjelasan Kepala UPTD Pasar Kota Cimahi
Pemerintah Kota Cimahi mengklaim harga sejumlah komoditas di pasar tradisional di wilayahnya mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota CImahi mengklaim harga sejumlah komoditas di pasar tradisional di wilayahnya mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala UPTD Pasar Kota Cimahi, Andri Gunawan. Menurutnya, salah satu komoditas yang tengah mengalami penurunan harga, yakni cabai. Sementara untuk harga kepokmas lainnya masih stabil.
"Sekarang lagi pada turun, mungkin karena masih awal Lebaran Idulfitri," kata Andri baru-baru ini.
Dijelaskan Andri, turunnya harga cabai ini terjadi lantaran sejumlah faktor. Salah satunya, pemasok yang mempengaruhi distribusi dan ketersediaan barang di pasar.
"Turunnya harga komoditas, khususnya cabai memang dari suppliernya," ucapnya.
Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, turunnya harga cabai berkisar Rp1.000 per kilo gramnya. Harga cabai merah tanjung turun dari Rp60.000 menjadi Rp55.000 per kilogram, cabai keriting merah dari Rp60.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.
"Kemudian cabai hijau biasa dari Rp20.000 menjadi Rp18.000 per kilogram," sebutnya.
Untuk harga cabai merah dan cabai hijau masing-masing berada di angka Rp55.000 dan Rp18.000 per kilogram.
"Cabai rawit merah dan cabai rawit hijau masih bertahan di harga Rp60.000 per kilogram," katanya.
Meski begitu, Andri memastikan harga kepokmas lainnya di Pasar Cimindi masih relatif stabil. Beras misalnya, untuk jenis premium harganya Rp15.000 per kilo gramnya.
Sedangkan, untuk beras jenis medium harganya berkisar Rp12.000 per kilo gramnya.
"Untuk harga bawang merah tercatat Rp24.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp36.000 per kilogram," bebernya.
Kemudian, untuk harga minyak goreng juga tidak mengalami perubahan. Minyak goreng curah dijual Rp20.000 per kilogram, sedangkan Minyakita dibanderol Rp17.000 per liter.
"Untuk minyak goreng premium, harganya berkisar Rp17.500 per liter," beber Andri.
Selanjutnya, untuk harga gula tetap stabil, seperti gula putih kemasan dijual Rp18.500 per kilogram dan gula putih curah Rp17.500 per kilogram.
Andri menegaskan bahwa stok kebutuhan pokok di Pasar Cimindi dalam kondisi aman. Pihaknya berharap kondisi ini tetap stabil hingga menjelang Ramadan dan Idulfitri agar masyarakat tetap bisa mendapatkan harga yang terjangkau.
"Harga yang lain masih sama seperti kemarin dan stok aman," katanya.***
Editor : JakaPermana
