38 Ton Sembako Digelontorkan di 6 Wilayah, Pemprov Jabar Gelar Pasar Murah

Pemprov Jabar menyiapkan langkah dalam pengendalian harga pangan, menjelang Hari Raya Iduladha 2026. 

38 Ton Sembako Digelontorkan di 6 Wilayah, Pemprov Jabar Gelar Pasar Murah
Salah satu strategi yang ditempuh yakni menggulirkan Pasar Murah Iduladha dengan menyiapkan lebih dari 38 ton komoditas bahan pokok untuk masyarakat di enam daerah. (ilustrasi/dok)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar menyiapkan langkah dalam pengendalian harga pangan, menjelang Hari Raya Iduladha 2026. 

Salah satu strategi yang ditempuh yakni menggulirkan Pasar Murah Iduladha dengan menyiapkan lebih dari 38 ton komoditas bahan pokok untuk masyarakat di enam daerah.

Program yang digelar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar itu akan berlangsung selama 20-22 Mei 2026. Pasar Murah itu menyasar ribuan warga yang diperkirakan membutuhkan akses pangan dengan harga lebih rendah dibanding pasaran.

Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani mengatakan, Pasar Murah menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk menahan gejolak harga kebutuhan pokok yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Pasar Murah ini menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Nining, Selasa (19/5/2026).

Berbeda dari operasi pasar biasa, program ini tidak hanya fokus pada satu jenis komoditas. Disperindag Jabar memastikan masyarakat bisa mendapatkan beragam kebutuhan pangan utama dalam satu lokasi.

Komoditas yang tersedia mencakup beras SPHP, beras medium dan premium, Minyakita, minyak goreng premium, gula pasir, tepung terigu, cabai, bawang, aneka sayuran, daging ayam dan sapi, telur ayam, produk perikanan, hingga pangan olahan dan kemasan.

Pasar Murah akan digelar di enam titik strategis yakni UPTD Inlog Satpel Sukabumi, UPTD BPSMB Karawang, UPTD BPSMB Bandung, UPTD BPSMB Bogor, UPTD BPSMB Cirebon, dan UPTD IPOK Satpel Tasikmalaya.

Guna menjamin kecukupan stok selama kegiatan berlangsung, Disperindag Jabar telah membangun koordinasi dengan sejumlah pihak penyedia pangan nasional.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bulog Jabar, ID Food untuk kesiapan pasokannya,” ucapnya.

Pemprov Jabar memprediksi lebih dari 4 ribu masyarakat akan memanfaatkan program tersebut. Kelompok sasaran meliputi ibu rumah tangga, anggota PKK, guru, pekerja, hingga masyarakat umum yang membutuhkan bahan pokok dengan harga lebih ringan.

Nining menegaskan, keberhasilan pengendalian harga menjelang Iduladha tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Karena itu, pelaksanaan Pasar Murah melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari DKPP Jabar, DTPH Jabar, DKP Jabar, Bank Indonesia, Bulog Jabar, ID Food, Aprindo, kelompok tani, pelaku usaha ritel, hingga unsur kewilayahan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting agar distribusi pangan tetap terkendali, stok aman, dan lonjakan harga dapat ditekan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

“Kami ingin memastikan pasokan tersedia dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani