Koalisi PDIP-Nasdem untuk Pilbup Cirebon Deal, Nasib PKS Menggantung?

Koalisi PDIP- Nasdem pada Pilbup Cirebon hampir final alias deal menurut Imron.

Koalisi PDIP-Nasdem untuk Pilbup Cirebon Deal, Nasib PKS Menggantung?
Koalisi PDIP- Nasdem pada Pilbup Cirebon hampir final alias deal menurut Imron.

INILAHKORAN, Cirebon- koalisi PDIP- Nasdem pada Pilbup Cirebon hampir final alias deal. Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Imron memastikan hal tersebut.

Menurut Imron, koalisi PDIP-Nasdem menjawab teka-teki apakah PDIP akan meninggalkan Nasdem dan berpaling ke PKB. Menurut Imron, koalisi PDIP-Nasdem tinggal mengambil rekom dari DPP PDIP.

"Paling di injury time kita bersama Nasdem akan mengambil rekom ke DPP PDIP. Pada prinsifnya, koalisi PDIP-Nasdem  sudah final dan pembuktiannya saat rekom turun," aku Imron yang juga mantan Bupati Cirebon periode 2019-2024, Selasa 20 Agustus 2024.

Namun Imron enggan memastikan, apakah PKS yang selama ini berkoalisi dengan Nasdem, ikut mengusung pasangan Imron-Agus. Karena selama ini, komunikasi dengan PKS hanya sebatas konsolidasi partai dan belum mengerucut.

"Kalau dengan PKS kami sering juga melakukan konsolidasi. Sama dengan Parpol lain yang pernah beberapa kali kita datangi ke kantornya. Tapi kita dealnya memang dengan Nasdem," ungkap Imron.

Imron juga mengaku sah-sah saja kalau ditengah perjalanan, PKS keluar dari koalisi. Itu adalah hak politik setiap parpol menentukan kebijakan. Imron juga mengaku, sampai saat ini tidak ada lagi komunikasi intens dengan PKB, yang dikabarkan akan merapat ke PDIP.

"Kalau PKB merapat ke koalisi PDIP-Nasdem kita terima dong. Tapi intinya, pasangan Imron-Agus tinggal mengambil rekom saja. Masalah PKS saya tidak mau mencampuri dapur parpol lain," ucap Imron.

Pernyataan Imron tersebut, mengisyaratkan PKS sepertinya memang akan meninggalkan koalisi dengan Nasdem. Malahan beredar kabar, PKS justru mengajukan calon bernama Rekso Wibowo yang juga salah seorang pengusaha.

Kabarnya, PKS akan merapat ke koalisi KIM dan menyodorkan nama Rekso untuk menjadi pendamping Wahyu Tjiptaningsih (Ayu), kalau memang Ayu direkom koalisi KIM. Kabarnya lagi, Ayu sudah bertemu Rekso dan yang bersangkutan sepertinya cocok.

Tapi, kembali muncul di internal DPC PKB Kabupaten Cirebon, pasangan Ayu dan Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon, Jamil Abdul Latief. Munculnya nama Jamil, karena dikabarkan Ayu menolak dipasangkan dengan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi.

Menurut sumber di internal DPC PKB yang bisa dipercaya, PKB tetap ingin mengambil peran di pemerintahan dan harus menyodorkan nama, meskipun hanya sebatas calon wakil bupati Cirebon.***


Editor : Bsafaat