Hengkangnya PDIP dari Koalisi Alus Pisan Tak Membuat Gentar PKS dan Partai Golkar

Hengkangnya PDIP dari koalisi Alus Pisan (Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan) tak membuat gentar koalisi PKS dan Partai Golkar ini. Apalagi, dengan terbitnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang hanya mensyaratkan dukungan suara sah sebesar 6,5 persen.

Hengkangnya PDIP dari Koalisi Alus Pisan Tak Membuat Gentar PKS dan Partai Golkar

INILAHKORAN,Soreang - Hengkangnya PDIP dari koalisi Alus PIsan (Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan) tak membuat gentar koalisi PKS dan Partai Golkar ini. Apalagi, dengan terbitnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang hanya mensyaratkan dukungan suara sah sebesar 6,5 persen.

"Kita mah biasa ajah, yang masuk biasa, begitu juga yang keluar. Toh koalisi dengan Partai Golkar saja sudah cukup kok," kata Ketua Tim Pemenangan koalisi Alus PIsan, Tedi Surahman di Soreang, Senin 26 Agustus 2024.

Menurut Tedi, perhelatan politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) berbeda dengan pemilihan legislatif. Dimana dalam Pilkada kekuatan  figur pasangan calon (paslon) menjadi tolak ukur kekuatan. Apalagi, koalisi Alus PIsan memilik figur Sahrul Gunawan dan Gun Gun Gunawan yang memiliki popularitas dan elektabilitas yang kuat di masyarakat

"Apalagi politik itu dinamis, yah kalau dari sisi elektabilitas, popularitas juga sudah jelas. Karena kita juga berdasarkan data hasil beberapa kali survei, ketika dipasangkan Sahrul Gunawan- Gun Gunawan hasilnya tinggi. Bahkan hasil surveinya itu melebihi yang disebelah," ujarnya.

Tedi melanjutkan, keluarnya PDIP dari koalisi Alus PIsan dan beralih kepada koalisi Bedas (Dadang Supriatna-Ali Syakieb) merupakan hak dari partai tersebut. Keluarnya PDIP dari koalisi Alus PIsan ini pun dilakukan secara baik-baik. Secara resmi PDIP berpamitan kepada dua mantan mitra koalisinya yakni PKS dan Partai Golkar.

"Kami juga ketemu dulu dengan Pak Ono (Ketua DPD PDIP Jabar). Hal ini sangat wajar yah dalam politik itu dinamis. Apalagi kalau koalisi itu akan berpengaruh ke bawahnya, misalnya di provinsinya beda yah ke bawahnya juga akan beda. Kayak Jabar kan nunggu Jakarta, kan sistemnya paket yang menentukan," katanya.

Tedi melanjutkan, hengkangnya PDIP dari koalisi Alus PIsan ini juga tidak akan berpengaruh terhadap perkiraan lumbung suara dari PDIP yang tadinya diharapkan bakal menjadi modal meraih kemenangan koalisi Alus PIsan. Karena sejatinya, kekuatan koalisi Alus PIsan cukuk mumpuni untuk memenangkan pertarungan melawan petahana.

"Karena kami punya lumbung suara disemua elemen. Bahkan, partai-partai non parlemen pun telah merapat kepada kami. Mereka ini ada "kepala suku" nya, dan sudah melakukan komunikasi dengan kami," ujarnya.

Disinggung soal pergantian Ketua Umum Partai Golkar dari Elangga Hartanto kepada Bahlil Lahadalia, Tedi mengakui hal ini bisa saja merubah konstelasi politik di daerah. Termasuk bisa saja ada perubahan rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk calon Bupati Bandung kepada Sahrul Gunawan kepada yang lain.

"Makanya itu sekarang masih dinamis, bisa A bisa B. Termasuk PKS dan Golkar ini, kan Ketumnya ganti, bisa saja berubah.  Ini kembali kepada Ketum Golkar apakah tetap atau berubah. Untuk kami sih biasa saja tidak menjadi cemas, karena kan tiketnya sudah cukup walaupun sendiri juga. Karena yang penting kan sudah ada kecocokan sama pasangan calonnya," katanya. ***


Editor : Ahmad Sayuti