Kolaborasi dengan BAZAS Jabar, PKB Peduli Salurkan Bantuan untuk Keluarga Miskin Ekstrem di Cililin KBB

Dinginnya angin malam yang menusuk kulit, air hujan dan panas yang masuk melalui lubang-lubang dan celah dinding bilik yang telah rapuh seolah tak dihiraukan Usep dan keluarganya.

Kolaborasi dengan BAZAS Jabar, PKB Peduli Salurkan Bantuan untuk Keluarga Miskin Ekstrem di Cililin KBB

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinginnya angin malam yang menusuk kulit, air hujan dan panas yang masuk melalui lubang-lubang dan celah dinding bilik yang telah rapuh seolah tak dihiraukan Usep dan keluarganya.

Tak ada keramik hanya lantai tanah,  tak ada tempat tidur ataupun dapur. Semua terekam jelas dalam lensa kamera yang kemudian tersebar di berbagai platform media sosial.

Jangankan untuk memperbaiki rumah, keluarga yang tinggal di Kampung Bonjot RT 01/13, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu hanya bisa berusaha bertahan untuk mengganjal perut meski hanya mengonsumsi daun singkong  dan garam.

Kondisi yang dirasakan Usep dan keluarga bukti nyata kesenjangan sosial dan krisis kemanusiaan di Kabupaten Bandung Barat, sekaligus menjadi tamparan keras bagi birokrat yang kerap "bermain" dengan program sosial demi untuk kepentingan pribadi dan orang-orang terdekatnya.

Beruntung, rekaman video itu beredar luas di publik dan menyentuh sejumlah pihak untuk membantu sesama. Salah satunya Ketua Komisi I DPRD KBB, Sandi Supyandi.

Politisi PKB KBB ini berkolaborasi dengan Bale Zakat dan Sodaqoh (BAZAS) Jawa Barat berinisiatif memberikan bantuan untuk keluaga Usep.

"Kehidupan keluarga ini sempat menjadi sorotan publik setelah kondisi mereka yang sangat memprihatinkan tergambarkan dalam sebuah tayangan di media sosial," kata Sandi saat dihubungi, Minggu 7 September 2025.

Sandi menuturkan, keluarga Bapak Usep hidup dalam serba keterbatasan. Mereka menempati rumah sederhana yang berdinding bilik bambu, berlantai tanah, dengan atap yang sudah rapuh dan kerap bocor ketika hujan turun. 

"Di dalam rumah yang sempit itu, seluruh anggota keluarga berusaha bertahan dengan segala kekurangan, tanpa fasilitas layak yang seharusnya bisa menopang kehidupan mereka sehari-hari," tuturnya.

Dalam kesehariannya, ungkap Sandi, Bapak Usep hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. 

"Pendapatan yang sangat kecil itu bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, apalagi biaya pendidikan atau kesehatan anak-anaknya," ungkapnya. 

Bahkan, lanjut Sandi, keluarga ini seringkali harus menahan lapar, mengenakan pakaian seadanya, dan bergantung pada uluran tangan tetangga yang peduli. 

"Gambaran kehidupan mereka menunjukkan betapa beratnya perjuangan untuk sekadar bertahan hidup," ucapnya.

Melihat kondisi tersebut, PKB melalui BAZAS Jabar menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai dan paket sembako. 

"Bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga Bapak Usep, agar mereka bisa merasakan kebahagiaan sederhana, memiliki pakaian yang layak dipakai dan makanan yang cukup untuk beberapa waktu ke depan," katanya.

Sandi menjelaskan, kehadiran bantuan ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian PKB terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan hidup.

"Politik tidak boleh berhenti pada janji atau wacana, tetapi harus hadir dalam bentuk nyata di tengah masyarakat. Kondisi keluarga Bapak Usep sungguh menyentuh hati," jelasnya. 

"Slogan Politik PKB ialah Peduli Umat Melayani Rakyat, dan kami hadir untuk sedikit meringankan beban mereka,” ujar Sandi penuh haru.

Meurutnya, kehadiran PKB melalui bantuan ini disambut penuh rasa syukur oleh keluarga Usep. Hal itu terlihat dari raut lega terlihat jelas di wajah mereka saat menerima bantuan sembako dan pakaian layak. 

Bahkan, lanjut Sandi, anak-anak mereka tersenyum gembira, menikmati perhatian yang mungkin selama ini jarang mereka dapatkan. 

"Kebahagiaan sederhana ini menjadi bukti bahwa perhatian kecil sekalipun dapat membawa dampak besar bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan," ungkapnya.

PKB Bandung Barat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi panggilan kemanusiaan yang harus menjadi pengingat bagi kota semua. 

"Melalui BAZAS Jabar, partai ini berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan, membuka ruang solidaritas, serta memperkuat kepedulian sosial di setiap lini kehidupan," tegasnya.

Kendati demikian, kondisi ini juga menjadi alarm serius bagi kita semua terutama bagi para pemangku kebijakan. Masih banyak warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, namun belum terjangkau oleh perhatian dan kebijakan yang berpihak kepada mereka. 

"Kami selalu terbuka dan siap bermitra dengan pemerintah untuk juga membantu pengentasan masalah-masalah sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Dengan adanya bantuan ini, PKB berharap dapat menginspirasi semua pihak untuk lebih peka terhadap permasalahan sosial masyarakatnya. 

"PKB Bandung Barat melalui BAZAS Jabar akan terus mengawal agenda kemanusiaan ini dan membuka diri untuk bermitra dan berkolaborasi dengan siapapun, agar Bandung Barat tumbuh menjadi daerah yang lebih peduli, lebih sejahtera, dan lebih mengedepankan kepentingan masyarakat diatas segalanya," tandasnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti