Komitmen Tanggulangi Masalah Sosial di Jabar, Ketua FKB Ajak Masyarakat Dukung Pelaksanaan Program Asta Cita
Hadirnya program Asta Cita yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto seolah menjadi oase sekaligus menjawab pelbagai tantangan yang tengah terjadi di masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Hadirnya program Asta Cita yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto seolah menjadi oase sekaligus menjawab pelbagai tantangan yang tengah terjadi di masyarakat.
Keberadaan Asta Cita pun diharapkan bisa memperjelas kondisi Indonesia yang saat ini tengah berada di persimpangan jalan. Mengingat, negara yang sudah menginjak usia 79 tahun ini merupakan negara dengan potensi besar yang dilengkapi dengan sumber daya melimpah.
Kini, segudang persoalan tengah menggelayuti bangsa ini, dari mulai praktik judi online (judol), terungkapnya kasus korupsi di permerintahan hingga kelompok buruh yang menuntut kenaikan upah dan akan melakukan aksi mogok kerja.
Termasuk, melakukan aksi unjuk rasa dengan mengangkat isu pemerintah tidak mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait judicial review Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang berdampak pada elemen buruh lainnya.
Kondisi ini pun menjadi sorotan dari banyak elemen masyarakat, salah satunya Ketua Umum Forum Ketahanan Bangsa (FKB), Mohamad Ijudin.
"Di tengah tantangan besar yang dihadapi bangsa ini, kita semua memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mendukung visi dan cita-cita yang diusung oleh pemimpin kita. Asta Cita yang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta dengan meneguhkan komitmen untuk menanggulangi masalah sosial," kata salah satu putra daerah Jawa Barat yang selalu berperan aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan masyarakat ini dalam keterangan resminya.
Ijudin berharap, seluruh lapisan masyarakat untuk saling mengawasi terkait praktik judi online yang sudah banyak merugikan masyarakat, bangsa, dan negara agar negara ini bisa bersih dari praktik judi online yang sudah banyak menciptakan polemik dan berbagai masalah di lapisan masyarakat.
"Dan bagi teman-teman buruh kami berharap bisa menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dan diharapkan jangan melakukan aksi tersebut dikarenakan akan menyebabkan hilirisasi perekonomian yang tidak stabil," kata Ijudin.
Ijudin pun mengingatkan kepada seluruh elemen buruh jangan mudah terprovokasi terkait dengan isu UU Cipta Kerja tersebut lantaran bakal berdampak pada pertumbuhan perekonomian.
“Kita harus tetap menjaga kondusifitas dengan tidak mudah termakan provokasi, mari kita bersama-sama mewujudkan perekonomian yang maju dan mampu bersaing dengan negara lainnya," ucapnya.
Ijudin menilai, Asta Cita yang telah diperkenalkan pada intinya yaitu sebagai pedoman untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih kuat, adil dan sejahtera.
“Jangan sampai adanya pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu mengganggu jalannya bangsa ini dalam mewujudkan misi dari Asta Cita tersebut,” ujarnya yang juga menjabat Ketua DPD AMPI Kabupaten Ciamis ini.
Saat ini, terang Ijudin, yang sedang menjadi tantangan pada masa kerja 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni memberantas kasus judi online dan kasus korupsi, serta adanya isu terkait mogok kerja nasional dan aksi unjuk rasa oleh pekerja buruh yang akan berdampak pada kestabilan perekonomian di Indonesia.
"Diharapkan saudara kita dari para buruh dan pekerja di seluruh penjuru Indonesia mendapatkan hasil yang diinginkan guna terciptanya situasi yang harmoni di negara Indonesia, serta tidak ada hambatan di lingkungan pertumbuhan ekonomi nasional," terangnya.
“Sebagai warga negara yang peduli, sudah saatnya kita mendukung setiap upaya untuk mewujudkan cita-cita luhur ini. Mari kita tinggalkan kepentingan sesaat dan berpikir jangka panjang untuk kebaikan bersama. Semua sektor, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga masyarakat, harus bekerja bersama-sama untuk mempercepat kemajuan Indonesia” imbuhnya.
Menurutnya, dalam mewujudkan Asta Cita bukanlah tugas yang mudah, namun dengan kerja keras dan komitmen bersama, semua pasti bisa mencapainya.
Kendati demikian, menjauhi judi online dan menghindari korupsi serta meredam aksi unjuk rasa yang tidak terkoordinasi dengan baik atau terlalu emosional seringkali justru mengganggu ketertiban umum dan menciptakan ketegangan sosial yang merugikan.
"Dengan demikian langkah kecil tersebut yang dapat kita lakukan untuk berkontribusi pada perubahan besar," ujarnya.*
Editor : Ahmad Sayuti
