Kompetisi Liga 1 Terombang-ambing, Begini Nasib Sponsor Persib Saat Ini
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono mengaku sedikit lega dengan nasib para sponsor timnya meski Liga 1 2022/2023 mengalami penundaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono mengaku sedikit lega dengan nasib para sponsor Persib meski Liga 1 2022/2023 mengalami penundaan.
Pria berkacamata ini awalnya mengaku was-was dengan penundaan tersebut. Apalagi Liga 1 2022/2023 mengalami penundaan hingga batas waktu yang tidak ditentukan dan bisa berdampak pada sponsor Persib.
Dia cukup khawatir sponsor Persib akan kecewa akibat penundaan jadwal tersebut. Padahal, sponsor Persib merupakan salah satu penopang pasukan Maung Bandung itu.
Bahkan dari pertemuan yang dilakukan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali serta 18 klub termasuk perwakilan suporter pada Kamis, 6 Oktober 2022 lalu, disebutkan bahwa Liga 1 2022/2023 kemungkinan akan ditunda selama satu bulan.
“Kamis kemarin dipanggil 18 klub oleh Menpora, termasuk perwakilan suporter. Kemudian ada jajaran Kemenpora, dari Kemendagri, Kemenkes dan BNPB. Nah, dari situ disebutkan Pak Menpora bahwa rencananya Liga akan dihentikan selama satu bulan, wanti-wanti tiga minggu juga sudah beres," kata Teddy Tjahjono di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa, 11 Oktober 2022.
Setelah itu, lanjutnya, meeting kembali dilakukan dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi pada Sabtu, 8 Oktober 2022 lalu.
Secara keseluruhan, ke-18 klub termasuk Persib berkeinginan adanya kepastian mengenai jadwal lanjutan Liga 1 2022/2023.
"Semua ingin kepastian, ada kejelasan Liga ini mau dimulai kapan dengan mekanisme seperti apa. Jadi statusnya seperti itu. Hal-hal seperti itu kita jelaskan ke sponsor," tuturnya.
Teddy Tjahjono lega lantaran para sponsor Persib ini memahami situasi yang terjadi pada persepak bolaan Indonesia.
Apalagi, penundaan itu terjadi karena adanya tragedi kerusuhan yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
"Sejauh ini sponsor menerima saja karena itu kan situasi yang tidak diinginkan, itu kan menjadi suatu instruksi perintah dari pemerintah pusat. Dan itu kan memang apa ya, kondisi force majeure harus kita lalui, kita jelaskan ke sponsor kita. Tetap komit," jelasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Zulfirman

