KONI Jabar Gelontorkan Dana Hampir Rp300 Miliar untuk Pelatda

KONI Jabar gelontorkan dana hampir Rp300 miliar untuk Pelatda Jabar dalam menghadapi PON ke-21 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Tujuannya agar target meraih hattrick bisa tercapai.

KONI Jabar Gelontorkan Dana Hampir Rp300 Miliar untuk Pelatda
Media Gathering KONI Jabar, yang berlangsung di Resto Cendana Bistro, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Selasa 2 Januari 2024./Muhammad Ginanjar

INILAHKORAN, Bandung-KONI Jabar gelontorkan dana hampir Rp300 miliar untuk Pelatda Jabar dalam menghadapi PON ke-21 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Tujuannya agar target meraih hattrick bisa tercapai.

Ketua Umum KONI Jabar, Muhammad Budiana mengatakan jumlah dana hampir Rp300 miliar tersebut tentunya lebih besar kepada Pelatda Jabar. Sebelumnya hanya 75 persen, kini mencapai 87,2 persen dari total dana hibah yang didapatkan KONI Jabar dari Pemerintah Provinsi Jabar.

“Kami juga perlu apresiasi kepada para pimpinan cabang olahraga yang tetap melaksanakan latihan pasca babak kualifikasi. Kami salut dan respek,” ungkap Budiana saat menggelar Media Gathering KONI Jabar, yang berlangsung di Resto Cendana Bistro, Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Selasa 2 Januari 2024.

Pelatda atau pemusatan latihan daerah Jabar sendiri akan dimulai pada Januari 2024 ini. Rencananya akan langsung dikukuhkan pada pekan ketiga. 

“Pelatda akan dimulai pada bulan Januari dengan waktu kurang lebih 200 hari lagi dan pada minggu ketiga kita langsung melakukan pengukuhan tim Pelatda Jabar ke PON XXI 2024 Aceh Sumut,” tuturnya.

Budiana juga mengatakan dalam Pelatda Jabar ini sudah ada Surat Keputusan (SK). Terdiri dari 1250 atlet, 350 orang pelatih, dan sekitar 200 mekanik.

“Kontingen Jabar sendiri ada sekitar 1700 orang, nanti kita akan menerbitkan Satuan Pelaksana (Satlak) Pelatda Jabar dengan diketuai Wakil Ketua II, sebagai motor penggerak,” tambahnya. 

Wakil Ketua II KONI Jabar, Yunyun Yudiana membenarkan saat ini sudah banyak cabang olahraga yang sudah menggelar Pelatda secara mandiri. Menurutnya, para cabor sudah memiliki parameter pasca menjalani babak kualifikasi PON.

“Namun dengan berbagai pertimbangan, kami akan merencanakan di Januari ini. Ketika kami melaksanakan desk memang beragam kesiapan cabor, karena dengan karakteristik dan performa dari para atletnya itu kami menginginkan di awal Januari di minggu pertama,” kata Yunyun.

Selain itu, lanjutnya, Januari juga menjadi waktu yang tepat untuk menjalani Pelatda. Pasalnya penyelenggaraan PON ke-21 di Aceh dan Sumut akan berlangsung pada September 2024.

“Dan Pak Ketum ini luar biasa dalam berikan pelayanan, jadi, layanan kepada kebutuhan Pelatda bahkan 87,2 persen, dan PON ini persentasenya tinggi. Biasanya 75 persen karena memang hattrick ini berat. Jadi perlu dioptimalkan kepada layanan layanan mereka,” jelasnya.

Pihaknya melihat dari hasil babak kualifikasi, Jabar selalu menjadi teratas. Hasil ini yang membuat KONI Jabar optimis bisa meraih Jabar Hattrick di PON nanti.

“Kuncinya cuma satu sebenarnya, Jawa Barat itu seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, sesuaikan dengan aturan internasional, itu saja satu. Anak-anak kita di atas. Tapi kalau ada hal hal lain (non teknis), nah itu. Dilihat dari performa atlet atlet kami, di BK sangat jauh dari provinsi provinsi lain termasuk pesaing kita,” pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)


Editor : JakaPermana