Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Ditemukan, Tim SAR Ungkap Ciri-cirinya

Tim SAR menyampaikan bahwa satu orang yang diduga korban tenggelamnya kapal di Labuan Bajo ditemukan

Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Ditemukan, Tim SAR Ungkap Ciri-cirinya
Satu korban ditemukan di Labuan Bajo

INILAHKORAN.ID - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu korban warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan kapal di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin pagi, 29 Desember 2025.

Penemuan korban terjadi pada hari keempat operasi pencarian, tepatnya pukul 06.05 WITA, setelah adanya laporan dari warga setempat. Lokasi penemuan berada di sekitar Pulau Serai, yang masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Kepala Sub Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan B Maumere, Asfan Dulhasan, mengatakan peran aktif masyarakat sangat membantu kelancaran proses pencarian korban kapal tenggelam tersebut.

“Informasi awal kami terima dari masyarakat terkait penemuan jenazah di wilayah Pulau Serai. Setelah itu tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi,” ujar Asfan.

Berdasarkan identifikasi sementara, korban diduga berjenis kelamin perempuan dengan usia sekitar 12 tahun. Namun, pihak SAR menegaskan bahwa identitas korban masih menunggu proses identifikasi lanjutan.

Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban langsung dibawa ke Labuan Bajo dan saat ini berada di RSUD Komodo untuk penanganan lebih lanjut.

Asfan menambahkan, meski satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum dihentikan. Tim SAR gabungan masih akan melanjutkan pencarian korban lainnya hingga tujuh hari ke depan sesuai dengan prosedur operasi standar.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan B Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa kekuatan operasi SAR terus diperkuat. Salah satunya dengan kedatangan kapal KN SAR Puntadewa 250 yang tiba di Labuan Bajo pada Minggu malam, 28 Desember 2025, pukul 20.30 WITA.

“Penambahan unsur kapal ini diharapkan dapat memperluas area pencarian, mengingat lokasi kejadian berada di perairan terbuka dan kawasan wisata internasional,” kata Fathur.


Editor : Firda Rachmawati