Kota Bandung Berlakukan PJJ di Sekolah Rawan Banjir dan Pohon Tumbang

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menyampaikan, keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca hujan

Kota Bandung Berlakukan PJJ di Sekolah Rawan Banjir dan Pohon Tumbang
Antisipasi hujan deras, sejumlah sekolah di Kota Bandung jalankan PJJ sementara./Humas Pemkot Bandung

INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menyampaikan, keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca hujan yang sulit diprediksi.

Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menuturkan, sejumlah sekolah telah diarahkan sementara melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Intensitas hujan yang tinggi, menimbulkan risiko bagi kegiatan belajar mengajar.

“Kami belum bisa memastikan situasi benar-benar aman, karena curah hujan bisa tinggi dan tidak menentu,” kata Asep Saeful Gufron, Rabu (15/4/2026).

Sambung dia, koordinasi telah dilakukan bersama Wali Kota Bandung dan BPPMP menentukan langkah antisipasi. sekolah-sekolah yang dianggap rawan seperti yang berada di lingkungan dengan banyak pepohonan besar, diminta segera beralih ke PJJ.

“Misalnya di SMP dengan banyak pohon besar, sudah diinstruksikan untuk PJJ karena khawatir ada pohon tumbang. Beberapa sekolah yang sudah melaksanakan PJJ antara lain SD Sondaria, SMP Negeri 54 dan SMP Negeri 46,” ucapnya.

Selain potensi pohon tumbang, banjir juga menjadi pertimbangan. Meski genangan biasanya cepat surut, intensitas hujan yang terus-menerus tetap menimbulkan risiko. “Kalau hujan setiap hari dan menimbulkan genangan, itu akan menjadi pertimbangan untuk PJJ sementara,” ujar dia.

Asep menegaskan kembali, keselamatan anak didik dan guru adalah hal yang paling utama. Proses belajar tetap bisa berjalan melalui sistem PJJ. Kepala sekolah diminta segera melakukan pendataan di lingkungan masing-masing, termasuk potensi kerawanan yang dapat memengaruhi kondisi sekolah.

“Kami mengimbau kepala sekolah untuk langsung mendata potensi kerawanan, dan faktor lain yang bisa memengaruhi keamanan sekolah,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana