Krisis Sampah Mengintai Kota Bandung, Pemkot Cari Solusi Sebelum 11 Januari
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah antisipatif, menghadapi potensi krisis sampah yang diprediksi muncul mulai 11 Januari 2026 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah antisipatif, menghadapi potensi krisis sampah yang diprediksi muncul mulai 11 Januari 2026 mendatang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pengiriman sampah ke TPA Sarimukti akan dikurangi sehingga harus segera menyiapkan strategi pengolahan alternatif.
“Mulai 11 Januari, kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti akan dikurangi. Kita sedang menghitung hal-hal apa saja yang bisa dilakukan, agar sebelum tanggal itu kita sudah bisa mengalihkan sekitar 200 ton sampah per hari untuk diolah,” kata Farhan, Jumat 19 Desember 2025.
Menurut ia, salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengadaan 11 mesin insinerator. Namun kapasitas total mesin tersebut, diperkirakan hanya mampu menangani 77 ton sampah per hari.
“Artinya, masih ada sekitar 123 ton sampah per hari yang harus kita cari solusinya,” ucapnya.
Selain insinerator, dikemukakan ia beberapa opsi lain tengah dipertimbangkan. Pihaknya sedang menghitung potensi pengolahan sampah organik melalui komposting, pengolahan bahan anorganik dan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar.
"Semua strategi harus dijalankan sebelum pengurangan kuota di TPA diterapkan," ujar dia.
Sambung Farhan, krisis sampah bukan hal baru bagi Kota Bandung. Setiap kali kuota pengiriman ke TPA Sarimukti berkurang, sejumlah titik kota rawan mengalami penumpukan sampah.
Tahun lalu, pengurangan kuota sempat menyebabkan tumpukan sampah di beberapa titik. Pihaknya juga mendorong partisipasi masyarakat, dan pengelola sampah skala lingkungan.
“Peran masyarakat sangat penting. Semakin banyak warga memilah sampah di rumah, semakin ringan kita dalam mengelola sampah kota,” jelasnya.
Dengan kombinasi pengadaan insinerator, pengolahan organik dan anorganik serta partisipasi masyarakat. Diharapkan, target pengalihan 200 ton sampah per hari dapat tercapai.***
Editor : JakaPermana

