Kronologi Kecelakaan Maut Tol Pejagan KM 290B, Diduga Sopir Mengantuk
Empat orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan maut di Tol Pejagan KM 290B, begini kronologinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Pejagan–Tegal KM 290B, Jawa Tengah, pada Kamis 19 Maret 2026, yang melibatkan sebuah mobil minibus Toyota Calya dan bus Agra Mas. Peristiwa ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan satu balita dalam kondisi kritis.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal, Ajun Komisaris Polisi Bharatungga Dgaruning Pawuri, kecelakaan diduga kuat dipicu oleh faktor kelelahan pengemudi minibus.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat mobil minibus yang ditumpangi satu keluarga asal Bekasi melaju di jalur Tol Pejagan menuju arah Tegal. Saat tiba di KM 290B, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang bus Agra Mas yang berada di depannya.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan tidak ditemukan adanya bekas pengereman dari mobil minibus. Hal ini menguatkan dugaan bahwa pengemudi dalam kondisi mengantuk sehingga tidak sempat melakukan upaya menghindar.
Benturan keras menyebabkan bagian depan mobil minibus ringsek parah, sementara bus mengalami kerusakan di bagian belakang.
Korban Kecelakaan
Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut, yaitu:
Gunawan (43), sopir mobil minibus
Devi Agustina (34)
Nafisah Meisaroh (12)
Narendra Dewan Gaozan (9)
Seluruh korban diketahui merupakan warga Bekasi, Jawa Barat.
Sementara itu, seorang balita berusia 3 tahun, Nuriel Arshaka Sachio, mengalami luka serius dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Siaga Medika, Pemalang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak kepolisian mengingatkan para pengendara, khususnya yang melintas di jalan tol saat arus lalu lintas padat, untuk selalu menjaga kondisi fisik saat berkendara.
Pengemudi diimbau tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk dan segera beristirahat di rest area terdekat guna menghindari kecelakaan serupa.
Editor : Firda Rachmawati
