Kuota Ditambah Sebanyak 543.805, Disdagkoperind Pastikan Stok Gas LPG 3 KG di Cimahi Aman Selama Ramadan
Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi menyebut kuota liquefied petroleum gas (LPG) atau gas elpiji berukuran 3 KG mencapai 19.557 Mton.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, CImahi - Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi menyebut kuota liquefied petroleum gas (LPG) atau gas elpiji berukuran 3 KG mencapai 19.557 Mton.
Dengan begitu, kebutuhan warga Kota Cimahi akan gas LPG 3 KG selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah bisa terpenuhi.
"Untuk stok gas LPG 3 KG selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah kamu pastikan cukup. Karena untuk kebutuhan kami selalu berkoordinasi dengan Hiswana Migas," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagkoperind Kota Cimahi, Indra Bagjana baru-baru ini.
Menurutnya, ada kenaikan kuota gas LPG 3 KG untuk Kota Cimahi tahun 2024 ini dari sebelumnya 18.116 Mton pada tahun 2023 menjadi 19.557 Mton.
"Jika dikonversikan, jatah gas bersubsidi yang didapat Kota Cimahi adalah sebanyak 6.525.660 tabung sepanjang tahun 2024," tuturnya.
Indra menjelaskan, jumlah yang didapat tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 yang hanya 6.038.667 tabung. Begitupun jumlah setiap bulannya yang mengalami kenaikan dari 502.222 tabung di tahun 2023 menjadi sebanyak 543.805 tabung di tahun 2024 setiap bulannya.
"Kalau kuota tahun ini memang ada kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi masyarakat tidak usah khawatir karena stoknya aman," jelasnya.
Indra menegaskan, kuota gas bersubsidi yang disiapkan pihaknya sudah sesuai dengan kebutuhan warga Cimahi. Namun, jika terjadi kekurangan pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas.
"Alhamdulillah, sejauh inu belum ada laporan kelangkaan dari wilayah, dan jangan sampai ada," tegasnya.
Tak hanya itu, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG 3 kilogram masih sama. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor:542/Kep.96-Diskopindagtan/III/2015/2015 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji Tabung Ukuran 3 Kilogram, HET di tingkat agen adalah Rp 14.750 per tabung. Sementara harga di pangkalan Rp 16.600 per tabung.
"Kalau HET gas 3 kilogram belum ada perubahan, masih sama. Kami imbau untuk pedagang atau pengecer tidak menjual di atas HET," tegasnya.
Kemudian, untuk peruntukan sendiri masih sesuai Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 21 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kilogram, gas bersubsidi itu disalurkan Pertamina melalui agen dan pangkalan.
"Gas LPG bersubsidi itu hanya boleh dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro," terangnya.
"Kriterianya, rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta serta pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang memiliki omset Rp 50 juta dalam sebulan," sebutnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
