Kuota TPA Sarimukti Terkuras, Kota Bandung Setop Angkut Sampah Selama Akhir Pekan

Pemkot Bandung menyetop pembuangan sampah selama akhir pekan untuk mengantisi[asi pembuangan kuota ke TPA Sarimukti

Kuota TPA Sarimukti Terkuras, Kota Bandung Setop Angkut Sampah Selama Akhir Pekan
Petugas sampah memindahkan tumpukan sampah di TPS ke bak mobil beberapa waktu lalu. Pemkot Bandung menyetop pembuangan sampah selama akhir pekan ke TPA Sarimukti.

INILAHKORAN.ID - Kota Bandung kembali menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah, setelah kuota pengangkutan ke TPA Sarimukti dinyatakan habis pada hari Kamis di setiap minggunya.

Kondisi tersebut, membuat tidak ada lagi pengangkutan sampah dari Kota Bandung pada Jumat hingga Minggu yang berpotensi memicu penumpukan dalam jumlah besar di berbagai wilayah kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, situasi memaksa pemerintah kota mengambil langkah darurat dengan menutup seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) selama akhir pekan.

“TPS sudah kita tutup mulai Kamis malam di setiap minggunya. Jadi Jumat, Sabtu dan Minggu tidak bisa menerima sampah baru,” kata Farhan, Jumat (1/5/2026).

Dia menjelaskan, kuota pengangkutan ke Sarimukti bersifat mingguan dan sudah sepenuhnya terpakai lebih cepat dari jadwal normal. Akibatnya, pengiriman sampah dari Kota Bandung baru bisa kembali dilakukan pada hari Senin.

“Kuota kita sudah habis. Baru bisa kirim lagi hari Senin karena memang sistemnya mingguan,” ucapnya.

Farhan mengungkapkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan sampah dalam jumlah besar jika tidak diantisipasi. Dalam tiga hari tanpa pengangkutan, akumulasi sampah bisa mencapai sekitar 5.000 ton.

“Diduga akan ada penumpukan sampai 5.000 ton sampah kalau tidak dikelola,” ujar dia.

Guna mengantisipasi dampak, pihaknya meminta seluruh lurah, RT dan RW melakukan pengelolaan sampah secara mandiri di wilayah masing-masing selama akhir pekan.

Warga juga, diimbau tidak membuang sampah ke TPS yang sudah ditutup maupun ke ruang publik. 

“Kepada seluruh warga dan lurah, agar bermusyawarah di wilayah masing-masing untuk pengelolaan sampah dulu selama tiga hari ini,” jelasnya.

Dia menegaskan, sampah organik dan rumah tangga diharapkan dapat dikelola langsung di tingkat lingkungan. Baik melalui pengomposan maupun metode pengurangan sampah lainnya, mencegah penumpukan yang lebih luas di Kota Bandung.


Editor : Ahmad Sayuti