Lebih dari Sekadar Perlombaan, Begini Cara Warga Desa Kayuambon Lembang Edukasi Anak Melalui Lomba Agustusan
Kemeriahan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia masih dirayakan secara semarak di sejumlah tempat di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kemeriahan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia masih dirayakan secara semarak di sejumlah tempat di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Di Kecamatan Lembang, tepatnya di Desa Kayu Ambon puluhan anak mulai dari balita hingga pelajar SD mengikuti berbagai lomba 17 Agustus yang dikemas secara edukatif oleh panitia.
Dengan penuh keceriaan, mereka saling berkompetisi mengikuti berbagai lomba, seperti lomba menangkap ikan, makan kerupuk, sedotan manyun, joget gibrig, balon air dan lainnya. Sorak sorai dukungan dari orang tua menambah semarak suasana perlombaan.
Tak hanya soal menang dan kalah, kegiatan ini juga menjadi sarana anak-anak belajar sportivitas, keberanian, dan kejujuran sejak dini.
Saat lomba menangkap ikan misalnya, anak-anak disuruh menghitung sendiri jumlah ikan yang berhasil dipindahkan dari dalam baskom. Konsep unik tersebut mengajarkan anak agar bersikap jujur sejak dini.
Ketua RW 04 Desa Kayuambon, Yusif mengatakan, bahwa lomba yang digelar bukan sekadar hiburan menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI tapi juga sebagai pelajaran kepada generasi penerus agar memiliki akhlak yang baik, jujur dalam mengikuti aturan, dan bisa menerima hasil lomba dengan sportif.
"Kegiatan ini bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana anak-anak berani mencoba, jujur mengikuti aturan dan bisa menerima hasil dengan lapang dada," kata Yusif, Selasa 19 Agustus 2025.
Yusif mengaku pihaknya memilih waktu perlombaan dilaksanakan setelah momen 17 Agustus dengan alasan agar bisa berkumpul dengan seluruh warga.
"Kemarin kita selenggarakan perlombaan bergabung sama RW sebelah, hari ini kita laksanakan secara mandiri agar kebersamaan warga lebih terasa," bebernya.
Dalam perlombaan, terlihat anak-anak antusias dan senang meski tidak selalu menang. Sosok mereka yang polos yang penuh keluguan menambah kemeriahan lomba agustusan.
"Kegiatan ini membuat anak-anak gembira. Hadiahnya mungkin tak seberapa, tapi mereka akan mengenang setelah nanti beranjak dewasa, "ujarnya.
Salah satu anak, Kanaya (10) mengaku senang mengikuti berbagai lomba meski tidak selalu menang. Sebab, dirinya dan setiap anak diberikan bingkisan gratis berisi alat tulis dan beragam makanan.
"Cape tapi seru bisa kumpul sama teman, tetangga," imbuhnya.***
Editor : JakaPermana


