Makna Sebenarnya dari "Minal Aidin wal Faizin": Ucapan Idulfitri yang Sering Disalahartikan
Setiap kali Idulfitri tiba, banyak di antara kita yang mengucapkan "Minal Aidin wal Faizin" kepada keluarga, sahabat, dan kerabat. Namun, tahukah Anda bahwa ungkapan ini sering disalahartikan sebagai "Mohon maaf lahir dan batin"? Padahal, makna sebenarnya berbeda dengan apa yang sering kita pahami.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Setiap kali Idulfitri tiba, banyak di antara kita yang mengucapkan "Minal Aidin wal Faizin" kepada keluarga, sahabat, dan kerabat.
Namun, tahukah Anda bahwa ungkapan ini sering disalahartikan sebagai "Mohon maaf lahir dan batin"? Padahal, Makna sebenarnya berbeda dengan apa yang sering kita pahami.
Asal-Usul dan Makna "Minal Aidin wal Faizin"
Menurut buku Dakwah Cerdas karya Dra. Udji Asiyah M.Si, ungkapan "Minal Aidin wal Faizin" berasal dari bahasa Arab, tetapi tidak digunakan secara luas di negara-negara Arab sebagai ucapan Idulfitri.
Dalam bahasa Arab, "Minal Aidin" berarti "golongan yang kembali," yang merujuk pada kembalinya seseorang ke fitrah atau kesucian setelah menjalani puasa Ramadan. Sementara itu, "Wal Faizin" berarti "orang-orang yang menang."
Dengan demikian, secara umum, "Minal Aidin wal Faizin" bermakna semoga kita kembali dalam kesucian dan termasuk orang-orang yang menang dalam melawan hawa nafsu.
Meskipun bukan ungkapan yang berasal dari tradisi Nabi Muhammad ﷺ, frasa ini tetap memiliki makna yang baik dan relevan dengan semangat Idulfitri. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang menggunakannya untuk mengungkapkan harapan dan doa bagi sesama.
Ucapan "Minal Aidin wal Faizin" dalam Versi Lengkap
Berikut adalah dua versi lengkap dari ucapan ini yang lebih sesuai dengan makna aslinya:
Versi Pertama:
جَعَلَنَا اللَّهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ وَالفَائِزِيْنَ وَالمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عَامٍ وَاَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Latin: Ja'alanallohu wa iyyakum minal 'aaidin wal faaizin wal maqbuulin kullu 'aamin wa antum bikhoirin.
Artinya: "Semoga Allah menjadikan kita semua tergolong orang-orang yang kembali ke fitrah, berhasil, dan diterima ibadahnya. Selamat hari raya."
Versi Kedua:
جَعَلَنَا اللَّهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ إِلَى الفِطْرَةِ وَالفَائِزِيْنَ بِالجَنَّةِ وَكُلُّ عَامٍ وَاَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Latin: Ja'alanallohu wa iyyakum minal 'aaidin ilal fitrah wal faaiziina bil jannati wa kullu 'aamin wa antum bikhoirin.
Artinya: "Semoga Allah menjadikan kita semua tergolong orang-orang yang kembali ke fitrah dan meraih kemenangan menuju surga. Selamat hari raya."
Ucapan "Minal Aidin wal Faizin" memang telah menjadi bagian dari budaya umat Islam, terutama di Indonesia. Namun, penting bagi kita untuk memahami makna yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Ungkapan ini bukan berarti "Mohon maaf lahir dan batin," melainkan doa agar kita kembali dalam keadaan suci dan termasuk dalam golongan orang-orang yang menang.
Untuk menyampaikan permintaan maaf di hari yang fitri, ungkapan yang lebih tepat adalah "Taqabbalallahu minna wa minkum," yang berarti Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan kalian.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
