Maman Abdurahman Pensiun di Usia 43, Akhiri Karier Gemilang Selama 24 Tahun di Sepak Bola Indonesia

Bek senior sepak bola Indonesia, Maman Abdurahman, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia sepak bola profesional.

Maman Abdurahman Pensiun di Usia 43, Akhiri Karier Gemilang Selama 24 Tahun di Sepak Bola Indonesia
Maman Abdurahman Pensiun di Usia 43, Akhiri Karier Gemilang Selama 24 Tahun di Sepak Bola Indonesia

INILAHKORAN, Bandung – Bek senior sepak bola Indonesia, Maman Abdurahman, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia sepak bola profesional.

Di usia 43 tahun, Maman menutup perjalanan panjang selama 24 tahun kariernya yang penuh warna, prestasi, dan kenangan tak terlupakan.

"Sepak bola telah memberikan saya banyak hal, dari pahitnya kekalahan hingga manisnya kemenangan. Namun, yang paling berharga adalah kenangan dan pengalaman yang saya dapatkan selama 24 tahun karir saya," tulis Maman dikutip dari ANTARA.

Maman juga menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada semua pihak yang pernah mendukungnya, mulai dari klub-klub yang ia bela hingga keluarganya.

"Saya bangga menjadi bagian lari sepak bola Indonesia, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua klub yang pernah saya bela, terutama keluarga saya yang selalu mendukung saya. Terima kasih atas perjalanan yang luar biasa ini," lanjutnya.

Maman mengakhiri kiprahnya setelah bermain untuk PSPS Pekanbaru di kompetisi Liga 2 sejak musim 2024.

Namun, salah satu momen paling emosional sekaligus membanggakan dalam kariernya terjadi pada 30 April 2024, ketika ia bermain bersama putranya, Rafa Raditya Abdurahman, dalam laga Persija Jakarta melawan PSIS Semarang di pekan terakhir Liga 1 musim 2023/2024.

Momen itu menjadi semacam penutup karier yang sempurna bagi sang legenda.

Karier profesional Maman dimulai dari PS PAM Jaya (1996–1998), kemudian berlanjut ke Persijatim Jakarta dan Solo, di mana ia mencatatkan 13 penampilan dan 3 gol.

Namanya semakin dikenal ketika ia membela PSIS Semarang (2005–2008), mencetak 1 gol dalam 34 pertandingan dan tampil sebagai bek yang tangguh dan disiplin.

Tahun 2008 menjadi titik balik saat ia hijrah ke Persib Bandung, kemudian sempat berseragam Sriwijaya FC (2013) dan Persita Tangerang (2014) sebelum akhirnya mendarat di Persija Jakarta pada 2015.

Di klub Macan Kemayoran inilah Maman mencapai puncak kariernya, menjadi bagian tak terpisahkan dari lini belakang tim hingga tampil lebih dari 150 kali. Ia turut membantu Persija menjuarai Liga 1 2018 serta Piala Presiden, menjadikannya ikon sejati klub tersebut.

Di level internasional, Maman mencatatkan debut untuk Timnas Indonesia pada ajang Brunei Merdeka Games 2006, menghadapi Malaysia dalam laga yang berakhir imbang 1-1.

Ia juga tampil sebagai starter dalam Piala Asia 2007, membawa Indonesia mengalahkan Bahrain 2-1 sebelum kalah dari Arab Saudi dan Korea Selatan. Secara total, ia telah 29 kali memperkuat Garuda di berbagai ajang internasional.

Kini, setelah dua dekade lebih mengabdi untuk sepak bola Tanah Air, Maman memilih untuk menutup lembaran kariernya dengan elegan dan penuh kebanggaan.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan