Manchester City Juara di Pantai Selatan

Sepuluh tahun berlalu, baru kali ini klub Liga Primer Inggris mampu mempertahankan gelar juaranya. Sukses itu dibukukan Manchester City, klub milik ‘raja sepak bola dunia’ asal Abu Dhabi, Uni Emitat Arab.

Manchester City Juara di Pantai Selatan

INILAH, London – Sepuluh tahun berlalu, baru kali ini klub Liga Primer Inggris mampu mempertahankan gelar juaranya. Sukses itu dibukukan Manchester City, klub milik ‘raja sepak bola dunia’ asal Abu Dhabi, Uni Emitat Arab.

Setelah Manchester United mempertahankan gelarnya pada 2008-09, tak ada lagi juara bertahan yang mampu memenangkan kompetisi musim berikutnya. Tidak Manchester City sebelum ini, Manchester United, Chelsea, atau Leicester City.

Hanya Manchester City yang bisa mewujudkannya. Mereka hanya memberi waktu 21 menit bagi Liverpool untuk menggantang asa. Setelah itu, Manchester City memadamkan keinginan Liverpool itu dengan penampilan yang perkasa. Mereka menang 4-1 di kandang Brighton, Minggu (12/5).

Tidaklah mengherankan begitu wasit Mike Oliver meniup peluit panjang tanda laga di Stadion Arnex di kawasan Pantai Selatan itu, Sergio Aguero meluapkan kegembiraannya. Juga pelatih Pep Guardiola, yang sempat terdiam saat Brighton unggul lebih dulu ketika Liverpool sudah leading atas Wolverhampton Wanderers.

Bagi City, ini merupakan gelar juara keempat kalinya di ajang Liga Primer. Hanya dua klub yang lebih sukses dari mereka, yakni Manchester United (13) dan Chelsea (5). Liverpool, pesaing mereka, bahkan belum pernah sama sekali.

City yang harus menang agar tak bisa digusur Liverpool, memang sempat kaget. Di menit ke-27, gawang Ederson dijebol tuan rumah. Glenn Murray melompat menyundul umpan tendangan penjuru Pascal Gross.

Saat itu, City dalam kesulitan. Pasalnya, Sadio Mane mencetak gol untuk Liverpool. Pada titik itu, Liverpool melampaui City, mendapatkan 97 poin sementara juara bertahan baru 95.

Tapi, semenit kemudian, penyelesaian akhir cemerlang Sergio Aguero membuka harapan City. Dia menyelesaikan umpan David Silva. Terlebih, 10 menit kemudian, Aymeric Laporte sukses menyambar tendangan pojok Riyad Mahrez untuk membalikkan keadaan.

Di babak kedua, City kian perkasa. Riyad Mahrez mencetak gol brilian di menit ke-63, sementara Ilkay Gundogan menutup pesta itu lewat tendangan bebas tak kalah briliannya ke gawang Brighton.

Satu-satunya kekurangan City adalah tak seorang pun penyerangnya yang menapak tangga pencetak gol tersubur Liga Primer. Posisi itu malah ditempati tiga striker, tapi tak satupun dari City. Mohammed Salah, Sadio Mane (Liverpool), dan Pierre Aubameyang (Arsenal) sama-saa jadi mesin gol yang ampuh dengan 22 gol. Mane dan Aubameyang menambah dua golnya dalam laga terakhir ini, yakni saat Liverpool menang 2-0 atas Wolves dan Arsenal menang 3-1 di kandang Burnley. (ing)
 


Editor : Zulfirman