Mantan Palang Pintu AC Milan Ini Beberkan Rahasia Fluminense Bekuk Inter Milan, Ternyata....
Fluminense maju ke perempat final Piala Dunia Antarklub. Mereka memenangkan laga Inter vs Fluminense 0-2. Thiago Silva pun angkat bicara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Fluminense maju ke perempat final Piala Dunia Antarklub. Mereka memenangkan laga Inter vs Fluminense 0-2. Thiago Silva pun angkat bicara.
Duel Inter vs Fluminense di 16 Besar Piala Dunia Antarklub ditentukan gol German Cano dan Hercules. Tapi, Thiago Silva berjasa mengawal wilayah Fluminense dari ancaman lawan.
Kemenangan dalam laga Inter vs Fluminense di 16 Besar Piala Dunia Antarklub cukup mengejutkan. Tapi, tidak bagi Thiago Silva. Sebagai mantan pemain AC Milan, dia paham apa yang harus dilakukan lawan Inter Milan.
Thiago Silva, pemain veteran yang pernah memperkuat PSG dan Chelsea, harus menderita bersama Fabio. Mereka menghadapi beberapa momen berat di pertandingan dan berhasil menetralisir keadaan.
Thiago Silva menilai sikap Fluminense, klub asal Rio de Janeiro, terhadap lawan dari Eropa itu sebagai tindakan pembedahan.
“Bermain melawan tim selevel ini berarti kita harus menderita. Jika kita mencoba bermain dengan kedudukan yang setara, bermain terbuka atau dengan transisi, kita akan gagal,” katanya mengevaluasi.
“Gol di awal pertandingan sangat penting untuk memberi kami ketenangan pikiran,” katanya.
Setelah itu, Fluminense harus berjuang keras untuk menahan Inter. Pertahanan Fluminense sangat kuat dan mereka bertambah kuat dengan performa Ignacio.
“Kami tahu mereka memiliki kekuatan di udara dan itulah sebabnya kami memiliki pemain tambahan di sana untuk bertahan,” tambahnya.
Fluminense mulai mengejutkan Inter Milan sebelum bola mulai bergulir, dengan formasi yang berbeda dari yang digunakan dalam pertandingan lain di Piala Dunia Antarklub.
Bagi Thiago Silva, skema dengan tiga bek sangat penting untuk menetralisir salah satu senjata utama lawan.
“Strategi itu meniru skema mereka, yang melibatkan permainan dengan pemain sayap yang sangat maju, terutama Dumfries. Jika kami melanjutkan dengan empat bek sejajar, Rene akan terlalu jauh ke belakang untuk menjaganya,” jelas Thiago Silva.
“Dengan Ignacio, pertahanan kami lebih terlindungi. Ketika bola sedang dimainkan, Samuel Xavier dan Rene lebih dekat dengan pemain sayap Inter,” ujarnya.
Menurut Thiago Silva, hal Ini membuat Inter kesulitan untuk menggunakan senjata utama mereka, yaitu melakukan umpan silang ke area dan menyelesaikannya di sisi yang berlawanan.
Dengan kemenangan itu, Fluminense mengamankan tempat mereka di perempat final Piala Dunia Antarklub.
Tim asuhan Renato Gaucho kembali ke lapangan Sabtu depan untuk menghadapi pemenang duel antara Manchester City dan Al Hilal. (*)
Editor : Zulfirman
