Dijanjikan Bonus Rp200 Juta Tapi Kenyataannya Tak Sesuai, Atlet PON Sulsel Ini Tak Kuasa Tahan Tangis

Atlet Pon tak kuasa menahan tangis karena bonus yang dijanjikan tidak sesuai.

Dijanjikan Bonus Rp200 Juta Tapi Kenyataannya Tak Sesuai, Atlet PON Sulsel Ini Tak Kuasa Tahan Tangis

INILAHKORAN - Momen haru terjadi di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan saat sejumlah Atlet PON XXI Aceh-Sumut 2024 menyampaikan keluh kesah mereka terkait bonus yang diterima. Salah satu Atlet karate peraih medali perunggu,

Nadya, tampak menitikkan air mata setelah berbincang dengan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulsel, Suherman.

Video yang merekam peristiwa tersebut viral di media sosial. Dalam tayangan itu, Nadya tampak mengusap air mata sambil menyuarakan kekecewaannya kepada Kadispora Sulsel terkait nominal bonus yang menurutnya tidak sebanding dengan perjuangan mereka di ajang olahraga nasional tersebut.

Setelah pertemuan tersebut, Nadya dan beberapa Atlet lainnya diajak masuk ke ruang transit untuk mendapatkan penjelasan langsung dari Ketua KONI Sulsel sekaligus Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Mahmud, serta Kadispora Suherman.

Dalam pernyataannya, Nadya mengungkapkan kekecewaannya terhadap nominal bonus yang diberikan, yang dinilainya jauh dari harapan. “Kami sudah bicara langsung dengan Pak Gubernur. Katanya, bonus yang diberikan memang hanya sebatas dana yang tersedia saat ini. Kalau menunggu tambahan, belum ada jaminan kapan bisa cair,” kata Nadya, dikutip Senin (30/6/2025).

Ia juga mengungkap bahwa dalam rapat Komisi E DPRD sebelumnya sempat dibahas adanya potensi tambahan anggaran sebesar Rp15 miliar melalui perubahan anggaran. Dengan tambahan tersebut, bonus Atlet bisa mendekati standar yang pernah diberikan saat PON Papua. Namun, menurut penjelasan Pemprov, anggaran tambahan itu tidak tersedia.

Nadya pun berharap Pemerintah Provinsi Sulsel dapat mengkaji ulang kebijakan tersebut dan memberikan penghargaan yang layak bagi para Atlet yang telah berjuang membawa nama daerah.


Editor : Firda Rachmawati