Mantap, Tirta Pakuan Gercep Perbaiki Kebocoran Pipa Besar Pamoyanan

Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf mengatakan, kebocoran pipa HDPE 12 inch itu diakibatkan terjadinya water hammer.

Mantap, Tirta Pakuan Gercep Perbaiki Kebocoran Pipa Besar Pamoyanan

INILAHKORAN, Bogor - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor gerak cepat (Gercep) menangani kebocoran pipa 12 inch di Jalan Soemantadiredja, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan. Perbaikan bisa diselesaikan direktorat teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor selesai pada pukul 17.00 WIB. Kebocoran pipa itu diakibatkan tingginya tekanan air atau water hammer di jalur pipa tersebut.

Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf mengatakan, kebocoran pipa HDPE 12 inch itu diakibatkan terjadinya water hammer.

"Kebocoran pipa kami analisis akibat water hammer. Saya meninjau dan memimpin langsung perbaikan pipa tersebut," ungkap Ardani pada Kamis (18/5/2023) pagi. 

Ardani melanjutkan, pipa yang bocor tersebut telah berdampak terganggunya pelayanan air di wilayah zona 2. Meliputi sebagian besar wilayah Kelurahan Rangga Mekar, Kelurahan Pamoyanan dan BNR.

"Untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah tersebut yang berjumlah kurang lebih 4.000 pelanggan, kami menyiagakan sejumlah mobil tangki air kemarin. Alhamdulillah terpenuhi permintaan masyarakat," tuturnya.

"Kelancaran penyaluran karena setelah mendapatkan informasi kebocoran, saya segera koordinasi dengan bagian umum untuk dipersiapkan mobil tangki air dari pagi hari untuk memasok air di wilayah terganggu," tambah Ardani.

Ardani menjelaskan, untuk penanganan kebocoran pipa terus dilakukan petugas di lokasi dengan personil total 16 orang. Dikarenakan kebocoran pipa terjadi di kedalaman lebih dari satu meter dan area perbaikan yang sempit, perbaikan dimulai pagi hari dan selesai pukul 17.00 WIB atau lebih cepat satu jam dari perkiraan.

"Posisinya agak sulit, sper untuk perbaikannya sempit, kami harus menggali untuk membuka area mempermudah pengelasan. Kami berusaha secepat mungkin dalam penanganan ini," jelasnya.

Ardani menegaskan, untuk mengantisipasi kejadian serupa dengan memasang Pressure Reducer Valve (PRV) 12 inch di wilayah Cipaku. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tekanan dari air khususnya wilayah Jembatan Pamoyanan.

"Ini daerah cekungan. Tekanan air di sini kurang lebih 7 Bar yang diibaratkan tekanan air ke atas itu sekitar 70 meter. Itu sangat besar tekanannya. Dengan PRV diharapkan dari 7 Bar bisa mengurangi 3 sampai 4 Bar, semoga di sini tidak terganggu lagi kedepannya," tegas Ardani.

Selain PVR, pihaknya juga akan memasang air valve di beberapa titik terutama di wilayah atas zona 2.

"Iya, khususnya di punggungan, misalnya di belokan ke Rangga Mekar dipasang satu titik, kemudian di dekat perumahan Onix satu titik, dan Sawah Bera satu titik, yaitu untuk mengurangi terjadinya water hammer," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti