Mantul, Dodol Daun Kelor Anti Stunting Kreasi PKM Pasundan

Para pegiat Puskesmas (PKM) Pasundan di Kampung Taringgul Kelurahan Margawati Kecamatan Garut Kota mengembangkan kreasi makanan olahan berbahan daun kelor. Antara lain dodol daun kelor, coklat daun kelor, dan baso aci kelor.

Mantul, Dodol Daun Kelor Anti Stunting Kreasi PKM Pasundan
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Para pegiat Puskesmas (PKM) Pasundan di Kampung Taringgul Kelurahan Margawati Kecamatan Garut Kota mengembangkan kreasi makanan olahan berbahan daun kelor. Antara lain dodol daun kelor, coklat daun kelor, dan baso aci kelor.

Penggunaan daun kelor sebagai bahan baku makanan olahan dengan sasaran anak dan remaja terutama kalangan remaja putri tersebut antara lain bertujuan menekan angka stunting, serta menekan tingginya angka kematian ibu melahirkan (AKI), dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) yang masih terbilang tinggi di wilayah kerja PKM Pasundan.

Menurut Sanitarian Puskesmas Pasundan Meisya Dewi Rahayu, pengembangan makanan olahan berbahan baku daun kelor itu merupakan bagian dari Gerakan Antisipasi Defisiensi Zat Besi (Gadis Pasundan) yang dicanangkan para pegiatan PKM Pasundan dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai kalangan kader kesehatan, masyarakat, serta sektor industri di wilayah kerja PKM Pasundan.

Kendati begitu, produk olahan daun kelor tersebut tidak hanya dipasarkan di wilayah kerja PKM Pasundan melainkan berbagai daerah lainnya, termasuk luar Garut, bahkan diperkenalkan ke luar negeri.

“Kelornya dari masyarakat yang ada di sekitar, industri yang mengolah, kita punya idenya, kita punya gerakannya. Jadi kita berkolaborasi, berkoordinasi menjadi satu inovasi,” kata Meisya, Kamis (12/3/2020).

Dia menyebutkan, masih tingginya AKI, dan AKB di wilayah kerja PKM Pasundan membuat kalangan remaja putri sebagai sasaran utama Gadis Pasundan. Bagaimanapun remaja putri merupakan calon ibu yang kesehatannya harus dipersiapkan sedari awal, termasuk kebutuhan nutrisinya. Sedangkan daun kelor memiliki kandungan zat besi (Fe) tinggi yang dibutuhkan calon ibu.

Produk penganan berbahan daun kelor dikembangkan PKM Pasundan itu pun mendapatkan apresiasi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil saat berkunjung ke Garut, Rabu (11/3/2020).

“Ini bagus sekali sebagai inovasi. Mudah-mudahan betul-betul bisa menekan kaitannya dengan stunting.” ujarnya.(zainulmukhtar)


 


Editor : Bsafaat