Masuk Nominasi 'Best K-Pop', Jimin BTS Dituduh Lakukan Kecurangan dalam Pemungutan Suara MTV VMA 2025
Penggemar Jimin BTS diduga lakukan hal curang dalam pemungutan suara nominasi 'Best K-Pop' di MTV VMA 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini Pemungutan suara untuk semua Nominasi di MTV VNA 2025 telah dibuka termasuk untuk 'Best K-Pop'.
Menurut diskusi online dan unggahan media sosial, sejumlah netizen mengaku telah menggunakan cara Curang untuk memilih Jimin BTS beberapa kali selama proses pemungutan suara MTV VMA 2025.
"Fandom Jimin BTS dikecam karena diduga menggunakan metode curang untuk mengamankan suara kategori Best K-Pop MTV," tulis netizen dengan hasil pemungutan suara sementara.
Sebuah komentar yang berbunyi, "Ini nyata. Saya juga melakukannya. Penipuan harus dilarang," dengan cepat menjadi viral, memicu perdebatan sengit.
Komentar lain mengejek kesuksesannya, dengan menyatakan, "itulah mengapa tidak ada satu pun prestasinya yang nyata, semuanya palsu, lol."
Menambah kontroversi, sebuah komentar sarkastis berterima kasih kepada sesama Penggemar karena telah menggelembungkan suara.
"Terima kasih atas 20 suara untuk Jimin," komentar netizen yang tidak lain untuk mengejek penggemar yang berbuat curang.
Komentar-komentar ini telah memicu tuduhan bahwa integritas sistem pemungutan suara penggemar telah dikompromikan demi kepentingan Jimin BTS.
Jimin BTS dinominasikan bersama semua member BLACKPINK Jennie, Rose, Lisa, dan Jisoo, serta aespa, dan Stray Kids, menjadikan kategori 'Best K-Pop' tahun ini semakin kompetitif.
Namun, sorotan kini beralih dari perayaan menjadi kecurigaan karena penggenar Jimin BTD diduga melakukan kecurangan.
Hingga saat ini, baik MTV maupun Big Hit Music, agensi rekaman Jimin BTS, belum menanggapi tuduhan tersebut.
Para penggemar dan kritikus sama-sama memiliki pendapat yang berbeda, ada yang menuntut bukti dan transparansi, sementara yang lain membela nominasi Jimin BTS dan mempertanyakan validitas klaim anonim tersebut.
VMA yang telah lama dirayakan karena merangkul musik global dan K-Pop, kini sedang diawasi terkait pengamanan pemungutan suara.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang bagaimana penghargaan yang digerakkan oleh penggemar dapat rentan terhadap manipulasi, yang berpotensi merusak pencapaian para artis.***
Editor : Irma Nurfajri
