Berniat Bantu Lunasi Utang Ibu Aijing A20 LITE, Fans Tiongkok Dinilai Ikut Campur
Penggemar Tiongkok dinilai terlalu ikut campur saat berniat bantu lunasi utang ibu Aijing A20 LITE.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kontroversi yang melibatkan orang tua, khususnya ibu Aijing A20 LITE, kini makin melebar.
Orang tua Aijing A2O LITE asal Tiongkok, terlibat dalam kontroversi tunggakan gaji, yang mendorong beberapa penggemar Tiongkok untuk menyarankan penggalangan dana atau meminjamkan uang untuk membantu menyelesaikan utang tersebut.
Baru-baru ini, ada laporan yang menyatakan bahwa beberapa penggemar membuat grup obrolan untuk membahas cara membantu mengatasi masalah utang orang tua Aijing A20 LITE.
Seorang penggemar mengusulkan untuk meminjamkan ¥1.000 CNY (sekitar $150 USD atau Rp2,7 juta) dan mengoordinasikan upaya penggalangan dana dengan akun penggemar utama.
Idenya adalah untuk membantu melalui pinjaman daripada donasi, dengan harapan akan dikembalikan setelah situasi keuangan orang tua membaik.
Penggemar lain menyarankan untuk membuat grup obrolan yang melibatkan ibu Aijing untuk mengumpulkan mereka yang bersedia meminjamkan uang.
Ada juga pendapat yang menganjurkan dukungan agar Aijing dapat melanjutkan aktivitasnya tanpa terbebani oleh masalah utang orang tuanya.
Namun, yang lain menanggapi bahwa melunasi utang adalah tanggung jawab orang tua dan penggemar tidak seharusnya ikut campur.
Kontroversi ini bermula dari tuduhan tidak dibayarkannya upah oleh sebuah perusahaan pendidikan yang berbasis di Beijing yang dikelola oleh orang tua Aijing.
Mantan karyawan mengklaim upah tidak dibayarkan, dan pada tanggal 14 Oktober, ibu Aijing mengakui kemerosotan keuangan dan perselisihan utang dalam permintaan maaf yang diunggah di Weibo, menyatakan bahwa dia tidak akan menghindari tanggung jawab.
Dia juga mengklarifikasi bahwa putrinya tidak terlibat dalam operasional perusahaan atau sengketa utang dan berharap kritik tidak akan ditujukan kepada Aijing.
Jumlah sitaan yang ditetapkan pengadilan dan dikonfirmasi atas nama perusahaan dan orang tua adalah sekitar ¥3,45 juta CNY (US$515.529). Namun, tidak jelas apakah seluruh jumlah ini mewakili upah yang belum dibayar.***
Editor : Irma Nurfajri
