Masuki Hari Kedua Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Citarum, Upaya Basarnas Masih Nihil
Memasuki hari kedua pencarian Rapi Febriano (13), bocah asal Kampung Pareang Kolot, RT 01 RW 4, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat yang tenggelam di sungai Citarum pada Kamis 2 November 2023 hingga kini belum membuahkan hasil.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Memasuki hari kedua pencarian Rapi Febriano (13), bocah asal Kampung Pareang Kolot, RT 01 RW 4, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat yang tenggelam di sungai Citarum pada Kamis 2 November 2023 hingga kini belum membuahkan hasil.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Supriono mengatakan, pencarian korban Rapi Febriano yang pihaknya lakukan pada Jumat 3 November 2023 masih nihil.
"Sejak tadi pagi Tim SAR Gabungan yang dibagi menjadi dua Tim Search and Rescue Unit (SRU) 1 masih melakukan pencarian," katanya kepada wartawan.
Supriono menjelaskan, Tim SRU melakukan pencarian dengan menggunakan satu unit LCR Basarnas yang dimulai dari lokasi kejadian hingga ke arah hilir sejauh 6.6 KM.
Sedangkan, Tim SRU 2 melakukan observasi visual menggunakan drone khusus pencarian dan pertolongan.
"Selain itu tim menyiapkan rencana tindakan darurat dengan Puskesmas Cipatat atau Fasilitas Kesehatan setempat," jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya pun menyiagakan tim unit ambulans dan tim medis. Termasuk, menempatkan satu orang sebagai safety officer di lokasi kejadian guna memantau pelaksanaan operasi SAR.
"Kita pun memantau ancaman bahaya di sekitar lokasi kejadian yang perlu di waspadai oleh Tim SAR Gabungan," ucapnya.
"Termasuk terus melakukan monitoring cuaca dan debit air sungai di hulu," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, nasib nahas menimpa Rapi Febriano, bocah 13 tahun asal Kampung Pareang Kolot, RT 01 RW 4, Desa Mandalasari, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tenggelam di Sungai Citarum, pada Kamis 2 November 2023.
Bocah yang akrab disapa Agan ini dilaporkan tenggelam usai terjatuh dari atas perahu rakit dan terbawa arus di wilayah sungai Citarum yang masuk wilayah Kampung Cirumah, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat.
Kepala Dusun IV Desa Mandalasari, Wisnu Herdarto membenarkan adanya Bocah tenggelam lantaran loncat dari atas perahu lalu terbawa deras air sungai.
"Betul, satu korban tenggelam dan sekarang warga, serta aparat masih melakukan pencarian," kata Wisnu kepada wartawan.
Wisnu menuturkan, awal mula adanya bocah tenggelam saat korban Agan bersama empat orang temannya bermain di perahu rakit di sungai Citarum.
Korban diketahui pamit untuk berangkat sekolah, namun bersama empat temannya justru bermain di sungai dan kemudian terjatuh hingga terbawa arus sungai.
"Kejadiannya jam 11:00 WIB main pakai rakit loncat ternyata gak bisa berenang lalu terbawa arus sungai," tuturnya.
"Namun, teman-teman korban baru melaporkan kejadian ini ke pihak keluarga pukul 03:00 WIB sore," tambahnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
