Masya Allah, Barista Disabilitas Netra Banyak Dapat Tawaran Kerja
Dalam rangkaian pelatihan barista disabilitas netra di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, peserta sempat mengikuti workshop kopi di Samm's Farm di Kawasan Manglayang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Dalam rangkaian pelatihan barista disabilitas netra di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, peserta sempat mengikuti workshop kopi di Samm's Farm di Kawasan Manglayang.
Perwakilan yang menangani kerjasama BRSPDSN Wyata Guna dengan Siloam Center For The Blind Korea, Dewi Yuliawaty mengatakan pemilik perkebunan kopi tersebut, Sammy juga sempat menawarkan kesempatan bekerja kepada para peserta.
"Jadi pemiliknya, Pak Sammy, seorang praktisi dan punya bisnis kopi juga di Bandung, dalam waktu dekat akan membuka cafe dan punya perkebunan kopi di Bali, lalu dia menawarkan kepada peserta, ada sebagian yang berminat," katanya di sela pelatihan, Rabu (19/6/2019).
Lanjut Dewi, workshop di perkebunan kopi dan belajar langsung dengan praktisi kopi baru dilakukan di Samm's Farm saja, namun pada juli nanti akan diadakan "Cafe experience Day".
"Bulan juli nanti akan ada kegiatan untuk peserta, kunjungan ke cafe-cafe untuk menambah wawasan mereka," katanya.
Sementara itu, salah satu peserta, Febi Trianti berkeinginan membuka kedai kopi sendiri nantinya setelah cukup mendapat ilmu menjadi barista ini dalam pelatihan ini.
"Kalo untuk sekarang mudah-mudahan bisa kerja di cafe, namun pas ada tawaran ke Bali, saya juga berminat," katanya.
Febi yang penyandang low vision, merasa dengan pelatihan barista ini bisa mendapat pengalaman baru dalam mengetahui berbagai jenis kopi, karena kemampuan meracik kopi juga cukup menjanjikan.
"Saya rasa perlu ada perubahan, jadi yang namanya disabilutas netra gak hanya bisa mijit saja. Saya pengen ke Bali juga agar cari pengalaman baru, karena selama ini di Bandung saja kan," ucapnya. (Agung Budiana)
Editor : Ghiok Riswoto

