Menelusuri Negara-Negara dengan Durasi Puasa Terlama di Dunia pada Ramadan 2025: Tantangan Ibadah di Bawah Langit yang Panjang
Melansir Al Jazeera, wilayah di belahan bumi utara mengalami waktu siang yang lebih panjang saat Ramadan. Akibatnya, umat Muslim di beberapa negara harus berpuasa lebih dari 16 jam sehari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan Ibadah puasa selama bulan Ramadan. Namun, tidak semua wilayah di dunia memiliki durasi puasa yang sama.
Faktor utama yang memengaruhi perbedaan ini adalah posisi Matahari dan kemiringan sumbu Bumi, yang menyebabkan panjang waktu siang dan malam berbeda di berbagai belahan dunia.
Melansir Al Jazeera, wilayah di belahan bumi utara mengalami waktu siang yang lebih panjang saat Ramadan. Akibatnya, umat Muslim di beberapa Negara harus berpuasa lebih dari 16 jam sehari.
Sementara itu, di wilayah yang lebih dekat dengan khatulistiwa, durasi puasa cenderung lebih stabil, berkisar antara 12 hingga 14 jam.
Mengutip The Islamic Information, berikut adalah enam negara yang akan mengalami durasi puasa terpanjang selama Ramadan 2025:
- Finlandia – 17 Jam 30 Menit
Di ibu kota Finlandia, Helsinki, umat Muslim harus menjalankan puasa selama 17 jam 30 menit. Posisi geografis negara ini di utara Eropa menyebabkan Matahari terbenam lebih lambat, sehingga waktu berbuka puasa pun terjadi lebih malam.
Dalam beberapa tahun tertentu, terutama saat Ramadan jatuh di musim panas, Finlandia bahkan mengalami fenomena Midnight Sun—di mana Matahari hampir tidak terbenam sama sekali.
- Greenland – 17 Jam
Di Nuuk, ibu kota Greenland, umat Muslim berpuasa selama 17 jam. Panjangnya waktu siang di wilayah ini menjadi tantangan tersendiri bagi komunitas Muslim yang jumlahnya tidak sebanyak di negara lain.
Meskipun populasi Muslim di Greenland masih tergolong kecil, mereka tetap menjalankan ibadah puasa dengan penuh keteguhan.
- Skotlandia – 16 Jam 30 Menit
Di Glasgow, Skotlandia, durasi puasa mencapai 16 jam 30 menit. Letak geografisnya yang berada di bagian utara Britania Raya membuat waktu siang lebih panjang dibandingkan negara-negara di Eropa selatan.
Selain itu, cuaca yang dingin juga menjadi tantangan tambahan bagi umat Muslim yang sedang berpuasa.
- Kanada – 16 Jam 30 Menit
Muslim yang tinggal di Ottawa, ibu kota Kanada, juga mengalami durasi puasa 16 jam 30 menit. Sebagai negara dengan wilayah yang luas dan mencakup berbagai zona waktu, durasi puasa di Kanada bisa sangat bervariasi tergantung pada lokasi.
Umat Muslim di bagian utara Kanada bahkan bisa mengalami puasa lebih lama dibanding mereka yang tinggal di wilayah selatan.
- Swiss – 16 Jam 30 Menit
Di Zurich, Swiss, umat Muslim menjalankan puasa selama 16 jam 30 menit. Kondisi ini terjadi karena pergantian siang dan malam yang tidak seimbang di beberapa musim.
Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, komunitas Muslim di Swiss tetap menjalankan ibadah puasa dengan semangat dan dukungan dari berbagai organisasi Islam setempat.
- Italia – 16 Jam 30 Menit
Di Roma, ibu kota Italia, umat Muslim berpuasa selama 16 jam 30 menit. Perbedaan panjang waktu siang dan malam di negara ini sangat memengaruhi durasi puasa.
Meskipun demikian, komunitas Muslim di Italia tetap menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesabaran dan keteguhan.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
