Mengapa Indonesia Begitu Sering Diguncang Gempa Bumi?
Bagi Indonesia, gempa bumi bukanlah soal mungkinkah akan terjadi, melainkan kapan bencana itu kembali melanda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bagi Indonesia, gempa bumi bukanlah soal mungkinkah akan terjadi, melainkan kapan bencana itu kembali melanda.
Bangsa kepulauan di Asia Tenggara ini kembali berduka setelah gempa bumi dahsyat mengguncang kawasan tersebut, disusul terjangan tsunami yang merenggut ratusan korban jiwa dan melukai ratusan lainnya. Tembok gelombang laut raksasa melahap pemukiman, menghempaskan bangunan, hingga menyeret deretan mobil bagaikan mainan.
Tingginya kerentanan Indonesia terhadap gempa bumi tak lepas dari posisinya yang berada di atas Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yaitu sebuah busur gunung berapi dan garis patahan aktif di dasar Samudra Pasifik. Wilayah berbentuk menyerupai tapal kuda sepanjang 40.000 kilometer ini menjadi panggung utama bagi mayoritas gempa bumi di seluruh dunia.
Sebagai salah satu zona seismik paling aktif di planet bumi, Cincin Api membentang dari Jepang dan Indonesia di satu sisi Pasifik, meliuk hingga ke California dan Amerika Selatan di sisi lainnya.
“Lempeng tektonik dan Cincin Api adalah alasan utama mengapa Indonesia begitu kerap diguncang gempa bumi dan letusan gunung berapi,” ujar meteorolog CNN, Allison Chinchar. “Kerak bumi di bawah wilayah mereka terus bergerak dan berubah secara dinamis.”
Rentetan Bencana di Jalur Cincin Api
Dalam beberapa bulan terakhir, Kepulauan Indonesia terus dihantam gempa, menjadi pengingat pahit akan bahaya nyata dari lokasi geografisnya.
Kepanikan terbaru melanda kawasan Nusa Tenggara Timur sepanjang tahun 2026 ini, di mana wilayah Flores dan sekitarnya menjadi salah satu titik yang paling intens mengalami getaran tektonik. Rentetan guncangan yang terjadi di darat maupun perairan utara Flores memaksa ribuan warga pesisir berulang kali berlari menyelamatkan diri menuju dataran yang lebih tinggi demi mengantisipasi potensi ancaman tsunami.
Rentetan gempa bumi yang melanda Pulau Flores sepanjang tahun 2026 dipicu oleh pelepasan akumulasi energi di sepanjang Flores Backarc Thrust, patahan aktif di perairan utara Flores hingga NTB yang rawan memicu guncangan dangkal dan destruktif.
Puluhan gempa susulan beruntun kerap memperparah trauma warga yang masih membayangi sejarah tsunami besar di kawasan tersebut. Kondisi geologi yang rentan ini menegaskan bahwa penguatan mitigasi, edukasi evakuasi mandiri, dan pembangunan infrastruktur tahan gempa merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat di jalur Ring of Fire.
Editor : Doni Ramdhani

