Menkominfo Ungkap Alasan Siaran Digital Minim âSemut dan Noiseâ, Pengguna TV Analog Wajib Tahu!
Menkominfo Johnny G Plate kembali mengungkap beberapa keunggulan TV Digital yang wajib diketahui masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya beralih dari TV Analog menuju siaran Digital di Indonesia (TV Digital).
Baru-baru ini, Menkominfo Johnny G Plate kembali mengungkap beberapa keunggulan TV Digital yang wajib diketahui masyarakat.
Dari semua keunggulan TV Digital ketimbang TV Analog, Johnny ungkap satu rahasia terkait minimnya gangguan dalam penayangan siaran digital.
Baca Juga: Jawab Keraguan Masyarakat, Staf Ahli Menkominfo: TV Digital Gratis, Cukup Antena Biasa dan STB!
Menurut Menkominfo dalam keterangan tertulisnya belum lama ini, teknologi pada siaran digital jauh lebih ringkas ketimbang penayangan secara analog.
Artinya, data yang diubah akan lebih ringan ketika melalui proses transmisi.
Hal itu, lanjut Johnny, membuat pengkodean TV Digital jauh lebih sederhana ketimbang pola modifikasi amplitudo, frekuensi, dan phase yang terdapat pada TV Analog.
Dengan data yang ringkas itu pula, data yang diubah pada siaran digital akan lebih ringan ditransmisikan.
Baca Juga: Resmi! Tahapan Penyelenggaraan Pemilu 2024 Dilaunching, Bawaslu KBB Siap Awasi!
"Itulah mengapa siaran berteknologi digital minim gangguan. Bila ada gangguan pun, sangat cepat dikoreksi," tambah Johnny.
Johnny lantas menjelaskan tentang gangguan-gangguan pada penayangan di TV Analog yang kerap membuat masyarakat tidak nyaman ketika menonton.
"Gangguannya pun banyak, mulai dari cuaca hingga kondisi fisik permukaan bumi seperti adanya gunung, bukit, atau gedung tinggi. Itulah kenapa, menara pemancar disebar di titik tertentu supaya kualitas data yang ditransmisikan terjaga kekuatan dan konsistensinya," lanjut Johnny.
Lebih lanjut, Johnny menjelaskan tentang keringkasan pengemasan dalam siaran Digital di Indonesia yang memempermudah transmisi data berjumlah besar dalam tempo cepat.
Sederhananya, data berkualitas tinggi berbentuk gambar bersih dan suara jernih akan mudah dan lancar ditransmisikan dengan teknologi digital.
Alhasil masyarakat takkan lagi terganggu 'semut-semut' pada layar tv ataupun suara noise yang kerap datang mengganggu ketika sedang menonton.
"Teknologi digital inilah yang hendak digunakan di teknologi penyiaran. Pemirsa televisi analog, cukup menambahkan set top box saja. Tidak harus selalu ganti pesawat televisinya. Begitu terangkai dengan set top box, silakan menikmati gambar bersih, suara jernih, berkat teknologi canggih. Salam Modi. Mari migrasi ke TV Digital," tegas Johnny.
Distribusi STB
Sementara itu, Johnny mengklaim Kominfo terus melakukan percepatan distribusi Set Top Box (STB) gratis.
Seperti diketahui, distribusi STB gratis untuk masyarakat miskin jadi faktor terpenting di balik upaya pemerintah untuk program Analog Switch Off (ASO), atau mematikan TV Analog untuk kemudian menghidupkan siaran digital di Indonesia.
Baca Juga: Kylie Jenner Pamerkan Tubuh Bugarnya di Instagram, Warganet: Kecantikan yang Murni!
Johhny mengungkapkan, pemerintah melalui Kominfo menyediakan satu juta unit STB untuk disebar ke berbagai daerah.
Selain itu, lanjut dia, Lembaga Penyiaran Swasta akan menyediakan sekitar 4,2 juta STB.
"(Total) ketersediaan 5,2 juta unit ini harus kita pastikan cukup bagi kebutuhan STB untuk televisi-televisi masyarakat miskin yang belum digital,” imbuh Johnny.
Diketahui, program ASO telah mulai dilakukan di tiga wilayah siaran yang mencakup delapan kabupaten beberapa waktu yang lalu.
Baca Juga: Ini Daftar Menteri yang Diganti Jokowi Mulai Hari Ini, Lengkap dengan Penggantinya
Berikutnya, ASO 2022 akan dilakukan secara bertahap hingga semua siaran digital dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah melalui Kominfo sendiri terus menggeber sosialisasi kepada masyarakat tentang semua hal terkait siaran digital di Indonesia.
Salah satunya, tentang cara mendapatkan siaran digital melalui penggunaan STB untuk jenis televisi seri lama. ***(Tantan Sulton)
Editor : inilahkoran

