Meski Status Siaga Bencana Masih Berlaku, Disparbud KBB Optimistis Bakal Terjadi Lonjakan Kunjungan Wisatawan saat Nataru 2025/2026 

Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB) optimistis bakal terjadi lonjakan kunjungan wisata pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. 

Meski Status Siaga Bencana Masih Berlaku, Disparbud KBB Optimistis Bakal Terjadi Lonjakan Kunjungan Wisatawan saat Nataru 2025/2026 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Asep Dendih mengatakan, seluruh destinasi wisata di wilayahnya telah bersiap menyambut libur panjang yang banyak diminati masyarakat. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB) optimistis bakal terjadi lonjakan kunjungan wisata pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. 

Lonjakan tersebut diyakini bakal menggerakkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, semua itu harus disiapkan dengan ketat meskipun KBB masih berada dalam status siaga darurat bencana akibat musim hujan.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Asep Dendih mengatakan, seluruh destinasi wisata di wilayahnya telah bersiap menyambut libur panjang yang banyak diminati masyarakat. 

"Kalau kami optimis dan tentu saja berharap kunjungan wisata di akhir tahun ini akan naik dengan adanya libur panjang Nataru," kata Asep, Selasa 9 Desember 2025.
 
Menurutnya, kawasan wisata Lembang tetap menjadi primadona, menawarkan pesona alam yang beragam dan fasilitas wisata yang lengkap. 

"Keunggulan ini membuat KBB tetap menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Barat," ucapnya.
 
Asep mengungkapkan, kesiapan destinasi tidak hanya mengenai fasilitas, tetapi juga keamanan wahana dan keselamatan pengunjung, terutama karena libur Nataru tahun ini bertepatan dengan puncak musim hujan. 

Kendati begitu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan intensif pada seluruh objek wisata, dengan fokus pada wahana berisiko tinggi yang banyak diminati.
 
"Pemeriksaan wahana ini sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan untuk menghadapi libur Nataru," jelas Asep. 

Asep menyebut, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Perda Penyelenggaraan Kepariwisataan dan Permenparekraf RI Nomor 4 Tahun 2021, yang mengatur standar usaha pariwisata berbasis risiko.
 
Tak cuma itu, ia juga menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas bagi setiap usaha pariwisata

"Terutama wahana berisiko, yang harus diikuti dengan pengawasan ketat setiap hari," imbuhnya.
 
Meskipun siap menerima wisatawan, Asep menuturkan bahwa KBB saat ini berada dalam status siaga darurat bencana untuk banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. 

Status tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bupati KBB Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 dan berlaku hingga 30 April 2025.
 
"Kami mengimbau pengelola wisata alam dan wisatawan untuk selalu mewaspadai kondisi cuaca, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir," katanya.
 
Selain itu, Asep menekankan setiap pengelola destinasi harus menjaga tiga aspek utama, yakni keamanan, kenyamanan, dan pengalaman menyenangkan bagi pengunjung. 

"Dengan memberikan pengalaman yang menyenangkan, maka wisatawan bisa melaksanakan kunjungan kedua, ketiga dan seterusnya," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani