Lonjakan 39,2 Persen, Pariwisata KBB Bangkit Selama Libur Nataru 2025-2026
Sektor pariwisata Kabupaten Bandung Barat (KBB) menunjukkan sinyal kebangkitan yang menggembirakan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Sektor pariwisata Kabupaten Bandung Barat (KBB) menunjukkan sinyal kebangkitan yang menggembirakan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek pariwisata di KBB melonjak signifikan hingga 39,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi bukti daya tarik destinasi di kawasan ini semakin meningkat.
Berdasarkan data monitoring Dinas pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB di 16 destinasi wisata terpilih, selama periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tercatat sebanyak 333.018 orang wisatawan datang berkunjung.
Angka ini jauh melampaui catatan Nataru 2024 yang hanya mencapai 239.293 orang, atau peningkatan sebanyak 93.725 kunjungan.
Kepala Bidang pariwisata Disparbud KBB David Oot mengatakan, lonjakan tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam mengembangkan pariwisata daerah.
"Alhamdulillah, peningkatan yang signifikan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kita melihat perbaikan nyata pada aksesibilitas dan kualitas infrastruktur jalan berkat kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat," ujar David pada Selasa 6 Januari 2026.
Selain perbaikan infrastruktur, jelas David. hadirnya wahana dan atraksi baru di beberapa destinasi juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
"Kolaborasi lintas pemerintah daerah serta kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi juga turut mendukung kelancaran kegiatan wisata selama libur akhir tahun," jelasnya.
David menyebut, pelaksanaan kegiatan wisata juga mengacu pada Surat Edaran Bupati Bandung Barat Nomor 4961 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.
Menurutnya, hal ini membuat pelaku usaha dan wisatawan semakin siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk mitigasi bencana dengan mengikuti SOP yang berlaku serta memantau informasi cuaca dari BMKG.
"Kami sangat mengapresiasi kesadaran semua pihak yang membuat liburan ini berjalan lancar tanpa insiden yang signifikan," tuturnya.
Tak cuma itu, David juga menyebut, pertumbuhan pariwisata juga dirasakan pada sektor akomodasi. Dari pantauan terhadap 12 hotel dan penginapan, tingkat okupansi kamar mencapai 69 persen, naik 5 poin persentase dari 64 persen pada Nataru tahun sebelumnya.
"Peningkatan okupansi ini sejalan dengan jumlah wisatawan yang datang, menunjukkan bahwa pariwisata KBB tidak hanya menarik wisatawan hari saja, tetapi juga mereka yang memilih menginap dan menjelajahi daerah lebih lama," jelasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

