Disparbud Bangun Satu Pusat Data Informasi Kebijakan dan Investasi Pariwisata Jabar

Pemprov Jabar memperkuat fondasi pembangunan sektor pariwisata, melalui pembenahan tata kelola data. 

Disparbud Bangun Satu Pusat Data Informasi Kebijakan dan Investasi Pariwisata Jabar
Inovasi digital yang dikembangkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar itu menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap kebijakan, program, hingga arah investasi pariwisata disusun berdasarkan data yang valid dan terukur. (ilustrasi/dok)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memperkuat fondasi pembangunan sektor pariwisata, melalui pembenahan tata kelola data. 

Langkah tersebut diwujudkan dengan menghadirkan Sistem Repositori Informasi Pembangunan Kepariwisataan Jawa Barat, yang dapat diakses melalui laman website https://smilingwestjava.jabarprov.go.id/repositori. Di mana berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan pengelolaan data pariwisata secara terpadu.

Inovasi digital yang dikembangkan Dinas pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar itu menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap kebijakan, program, hingga arah investasi pariwisata disusun berdasarkan data yang valid dan terukur.

Repositori yang dapat diakses publik melalui platform daring tersebut, dirancang untuk melengkapi ekosistem Open Data Jabar. Sistem ini mengintegrasikan berbagai informasi pembangunan kepariwisataan dalam satu wadah yang terstruktur, terstandar, dan berkelanjutan.

Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan mengatakan, kehadiran repositori tersebut bukan sekadar bank data, melainkan pijakan strategis untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata yang lebih efektif dan tepat sasaran.

"Tujuan dibuatnya Sistem Repositori Informasi Pembangunan Kepariwisataan Jawa Barat adalah untuk menghadirkan satu pusat data pariwisata yang tertata, mudah diakses, dan dapat dipercaya sebagai dasar pengembangan pariwisata Jawa Barat," ujar Iendra dalam keterangan yang dikutip INILAHKORAN.ID, Minggu (21/6/2026).

Menurutnya, pembangunan pariwisata membutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga sistem ini juga disiapkan sebagai ruang berbagi data dan kolaborasi lintas sektor.

"Sistem ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, karena pembangunan pariwisata tidak hanya melibatkan dinas pariwisata, tetapi juga perangkat daerah lain, instansi vertikal, lembaga statistik, pelaku usaha, komunitas, asosiasi, dan masyarakat," ucapnya.

Melalui sistem tersebut, berbagai data yang berkaitan dengan aktivitas pembangunan pariwisata dihimpun dalam satu platform sehingga memudahkan proses validasi dan sinkronisasi informasi antarinstansi.

Data yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan, pengendalian program, evaluasi kinerja, pengukuran indeks kepariwisataan, hingga pengambilan keputusan investasi di sektor wisata Jawa Barat.

Kehadiran repositori ini merupakan komitmen Pemprov Jabar, dalam membangun ekosistem data pariwisata yang lebih terbuka, akuntabel, dan mudah diakses. Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, ketersediaan data yang kredibel dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing daerah.

Selain membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih presisi, sistem tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan wisatawan, pelaku usaha, maupun investor terhadap potensi dan prospek industri pariwisata Jawa Barat di masa mendatang. (Yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani