Bandara Husein dan Efek Domino Ekonomi, Dari Pariwisata ke Pasar Baru Bandung

Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan menjadi pemicu baru pergerakan ekonomi Kota Bandung, terutama di sektor perdagangan, pariwisata

Bandara Husein dan Efek Domino Ekonomi, Dari Pariwisata ke Pasar Baru Bandung
Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan menjadi pemicu baru pergerakan ekonomi Kota Bandung, terutama di sektor perdagangan, pariwisata

INILAHKORAN.ID - Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara diproyeksikan menjadi pemicu baru pergerakan ekonomi Kota Bandung, terutama di sektor perdagangan, Pariwisata dan wisata belanja. Pembukaan kembali bandara, akan memperkuat kembali posisi Bandung sebagai salah satu destinasi belanja utama di Indonesia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, dampak paling cepat yang diharapkan muncul adalah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. Khususnya dari Malaysia, dan Singapura yang selama ini menjadi Pasar penting wisata belanja Bandung.

“Dampaknya besar buat Kota Bandung. Kita tahu dari produk-produk Kota Bandung, seperti di kawasan Trunojoyo, Sultan Agung, Bahureksa itu kawasan clothing. Yang datang berkunjung ke sana itu masih banyak dari Malaysia, dari Singapura,” kata Ronny Ahmad Nurudin, Sabtu (30/5/2026).

Dia menjelaskan, wisatawan dari negara tersebut cenderung memiliki pola kunjungan singkat dengan fokus utama berbelanja. Kawasan-kawasan seperti Trunojoyo hingga pusat factory outlet dan distro, menjadi tujuan utama karena menawarkan produk fesyen dengan harga kompetitif serta variasi yang beragam.

Selain kawasan fashion, sektor UMKM dan sentra kreatif juga ikut merasakan dampaknya. Ronny mencontohkan kunjungan wisata edukasi ke sentra kerajinan seperti Batik Komar, yang masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan asing maupun pelajar dari luar negeri.

“Terakhir kemarin juga kami lihat di Batik Komar, itu ada kunjungan dari Singapura termasuk produknya dari anak-anak sekolah itu datang ke sana sambil belajar, sambil berbelanja mereka,” ucapnya.

Menurutnya, pola itu menunjukkan Kota Bandung tidak hanya menjadi kota belanja. Tetapi juga kota wisata edukasi berbasis industri kreatif. Dengan adanya reaktivasi Bandara Husein, akses langsung ke Kota Bandung dinilai akan kembali mempersingkat waktu perjalanan wisatawan dan meningkatkan frekuensi kunjungan.

“Ini meningkatkan perekonomian. Dan dengan dibukanya Bandara Husein, kami berharap juga ini bisa meningkatkan jumlah kunjungan. Baik berwisata maupun berbelanja di Kota Bandung,” ujar dia.

Dampak tersebut, diperkirakan akan paling terasa di Pasar Baru Bandung yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata belanja tekstil. Kawasan tersebut, dikenal sebagai pusat perdagangan grosir maupun eceran yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

“Termasuk di Pasar Baru yang selama ini memang terdampak. Untuk promosinya lebih digenjot lagi kalau sudah dibukanya Bandara Husein,” jelasnya.

Pihaknya menilai, penguatan promosi menjadi kunci agar momentum reaktivasi bandara benar-benar memberikan efek ekonomi yang maksimal. Karena itu, sejumlah agenda telah disiapkan mendorong pergerakan konsumsi masyarakat dan wisatawan.

Salah satunya adalah Pasar Kreatif Bandung yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni, sekaligus menjadi bagian dari peluncuran bulan Belanja Bandung. Kegiatan akan dipusatkan di Paris Van Java Mall, dan melibatkan pelaku UMKM serta industri kreatif lokal.

“Jadi insya Allah, disediakan ada Bandung Resale nanti di bulan Agustus,” ujar Ronny.

Selain itu, dia juga menyebut momentum libur panjang turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di Kota Bandung. Meskipun data rinci sektor kuliner dan kafe berada di bawah kewenangan dinas lain, tren kunjungan wisatawan dinilai menunjukkan peningkatan.

“Untuk kafe itu ranah Disbudpar, tapi pantauan kami, seolah-olah pengunjung ke Kota Bandung cukup banyak di libur panjang. Ya ini mudah-mudahan bisa meningkatkan perdagangan, meningkatkan perekonomian di Kota Bandung,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana