Jabar Perkuat Pariwisata Ramah Muslim, Sinergi Pentahelix Jadi Kunci Utama

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terus memacu pengembangan pariwisata ramah muslim, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. 

Jabar Perkuat Pariwisata Ramah Muslim, Sinergi Pentahelix Jadi Kunci Utama
Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan

INILAHKORAN.ID - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terus memacu pengembangan Pariwisata ramah muslim, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. 

Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan mengatakan, konsep Pentahelix yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem Pariwisata yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Iendra menegaskan, konsep Pariwisata ramah muslim bukan mengubah karakter destinasi wisata, melainkan menambahkan layanan pendukung yang sesuai kebutuhan wisatawan Muslim.

“Penguatan Sinergi Pentahelix menjadi kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” ujar Iendra, Minggu (3/5/2026).

Secara potensi, Jawa Barat dinilai memiliki fondasi kuat. Selain didominasi penduduk Muslim, ekosistem halal juga terus berkembang, ditandai dengan lebih dari 1,2 juta produk bersertifikat halal berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal tahun 2025.

Tak hanya itu, terdapat ratusan restoran bersertifikat halal serta puluhan hotel premium dengan fasilitas dapur halal. Tren kunjungan wisatawan Muslim mancanegara pun terus meningkat, dengan lebih dari 300 ribu kunjungan sepanjang 2024.

Capaian tersebut mengantarkan Jawa Barat meraih peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index 2025, sebagai indikator keberhasilan dalam menghadirkan layanan wisata ramah muslim berstandar global.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jabar juga akan kembali menggelar ajang Smiling West Java Muslim Friendly Tourism Award 2026. Program ini menjadi instrumen strategis untuk mendorong implementasi Pariwisata ramah muslim secara merata di 27 kabupaten/kota, sekaligus memperkuat kolaborasi antar unsur Pentahelix.

Dengan penguatan Sinergi tersebut, Jawa Barat optimistis mampu mempercepat pengembangan Pariwisata ramah muslim yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas posisinya sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional hingga global.

"Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar implementasi Pariwisata ramah muslim dapat berjalan optimal di seluruh daerah," tandasnya.***


Editor : JakaPermana