Minta Pejabat Tak ke Luar Negeri, Prabowo Justru Instruksikan Tim Desain IKN Studi Banding ke 3 Negara
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Prabowo menginstruksikan agar tim desain IKN studi banding ke tiga negara ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.COM - Presiden Prabowo Subianto mengintruksikan agar tim desain Ibu Kota Nusantara (IKN) studi banding ke tiga negara ini di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Sebelumnya, pada Senin 10 Februari 2025, Prabowo sempat memberikan peringatan keras terhadap pegawai negeri yang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, bahkan memberi larangan selama lima tahun, jika diperlukan. Menurut Kepala Negara, dinas ke luar negeri hanya untuk tugas kenegaraan dan sekolah.
Prabowo mewanti-wanti agar pegawai negeri yang ingin ke luar negeri dengan tujuan untuk berwisata dapat menggunakan dana pribadi.
"Lima tahun enggak usah ke luar negeri kalau perlu. Yang perlu keluar negeri yang tugas. Tugas ke luar negeri, tugas belajar boleh, tugas untuk atas nama Negara boleh. Jangan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan. Kalau mau jalan-jalan pakai uang sendiri," kata Prabowo.
Selain itu, Prabowo pun turut menyinggung alasan pejabat negara yang sering melakukan diskusi, hingga studi banding ke negara lain untuk berbagai alasan.
Akan tetapi, belum seminggu berlalu, muncul pernyataan bahwa Prabowo mengisntruksikan agar tim desain IKN untuk studi banding ke luar negeri. Bahkan, melakukannya ke tiga negara sekaligus.
Instruksi Prabowo tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Menurutnya, instruksi ini menyusul revisi desain kompleks yudikatif dan legislatif di IKN.
“Pada rapat terakhir dengan Pak Prabowo, meminta studi banding ke tiga negara, yaitu Mesir, Turki, dan India,” kata Menteri Dody.
Terkait pertimbangan Prabowo untuk melakukan revisi desain tersebut, Dody mengatakan Prabowo menilai bahwa ketiga negara di Asia itu memiliki karakteristik yang cukup mirip dengan Indonesia.
“Pada saat beliau ke sana, kantor-kantor yudikatif dan legislatifnya, menurut dia punya karakter yang mirip-mirip dengan di Indonesia. Dari situ, tim nanti akan merekonstruksi gambarnya dan akan disampaikan ke presiden lagi,” ujar Dody.
Dody menambahkan, informasi lebih lanjut akan diberikan melalui Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Desain IKN.
“Ketua tim desainnya Bu Wamen,” kata dia.
Editor : Firda Rachmawati
