Universitas Bhakti Kencana Bandung Studi Banding ke Utama

Rektor Universitas Bhakti Kencana Entris Sutrisno melakukan studi banding ke kampus Universitas Widyatama (Utama). Hal ini untuk melakukan proses pengelolaan tri dharma perguruan tinggi di kampus yang berpusat di Cikutra 204-A, Bandung, Rabu (3/2/2021).

Universitas Bhakti Kencana Bandung Studi Banding ke Utama
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Rektor Universitas Bhakti Kencana Entris Sutrisno melakukan studi banding ke kampus Universitas Widyatama (Utama). Hal ini untuk melakukan proses pengelolaan tri dharma perguruan tinggi di kampus yang berpusat di Cikutra 204-A, Bandung, Rabu (3/2/2021).

Entris mengungkapkan kampus Universitas Bhakti Kencana yang berpusat di Soekarno-Hatta Kota Bandung merupakan kampus baru jadi masih dalam tahap belajar. Selain itu, pihaknya ingin melihat berbagai fasilitas yang ada di UTama, dari mulai gedung pusat kegiatan mahasiswa (PKM) yang memiliki sarana untuk basket, futsal, bulu tangkis, boxer, taekwondo, fitnes, perkantoran biro mahasiswa, serta auditorium internasional. 

Di samping itu, rombongan juga melihat perpustakaan Utama yang telah memiliki akreditasi A dengan berbagai koleksi buku serta fasilitas pendukung. Termasuk berkunjung ke gedung F fakultas teknik dan gedung lainnya.

“Saya sengaja datang langsung, Universitas Bhakti Kencana ingin belajar ke kampus Urama, prodinya banyak yang telah memiliki akreditasi A,” ujar Entris.

Rencana, ke depan pihaknya akan melakukan proses pendampingan Utama agar bisa selaras.

“Kalau diibaratkan kendaraan, Utama sudah bisa membawa BMW, kami masih membawa Avanza. Ya, minimal setelah melakukan kerjasama, kami bisa naik membawa Kijang Innova,” kata Entris.

Sementara itu, Rektor Urama Obsatar Sinaga mengapresiasi kunjungan rombongan Universitas Bhakti Kencana. Menuruntya, dengan tangan terbuka Utama siap berbagi pengalaman dan ilmu dalam mengelola perguruan tinggi.

“Semoga bisa sharing knowledge dan menginspirasi kita semua untuk semakin baik di masa akan datang,” katanya.

Pada kondisi pandemi ini, menurutnya memunculkan beragam kepanikan. Termasuk dunia pendidikan tinggi dalam melakukan perkuliahan secara daring.

Dia menambahkan, sebelum pandemi Utama sudah melakukan perkuliahan 40 perkuliahan teknologi sistem blended learning/e-learning. Blended learning atau disebut hybrid course merupakan proses pembelajaran yang memadukan antara pembelajaran secara online dan tatap muka langsung. (Okky Adiana)


Editor : Doni Ramdhani