Mostafa Ziko Kecam Wasit Laga Argentina vs Mesir: Ini Piala Dunia yang Sudah Diatur!
Striker Mesir Mostafa Ziko ngamuk usai kalah dari Argentina di Piala Dunia 2026. Sebut wasit tidak adil hingga sebut laga sudah diatur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketegangan pasca-laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir tampaknya masih jauh dari kata usai.
Striker andalan Timnas Mesir, Mostafa Ziko, secara terang-terangan meluapkan kemarahan dan mengecam keras kepemimpinan wasit yang dinilainya sangat berat sebelah sepanjang pertandingan.
Melalui sesi wawancara setelah pertandingan (post-match interview) yang viral di media sosial, Ziko tidak canggung untuk melontarkan kritik pedas.
Ia menganggap bahwa sang wasit telah menghancurkan kerja keras dan mimpi seluruh masyarakat Mesir secara tidak adil.
Sebut Wasit Sengaja Gagalkan Kemenangan Mesir
Dalam pernyataannya yang emosional, Mostafa Ziko menegaskan bahwa sejak awal pertandingan bergulir, keputusan-keputusan yang diambil oleh wasit selalu merugikan timnya. Ia bahkan merasa ada skenario yang sengaja dibuat agar Mesir tidak mampu menumbangkan Argentina.
"Wasit tidak adil, sama sekali tidak adil. Dia berlaku tidak adil dan melakukan ketidakadilan yang sangat jelas. Dia menghancurkan perjuangan seluruh bangsa. Sejak awal pertandingan dia sudah tidak adil kepada kami," ujar Mostafa Ziko dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, Ziko menyindir jalannya turnamen dengan kalimat yang sangat kontroversial.
"Tidak mungkin kami bisa mengalahkan Argentina dengan skor 2-0. Ini adalah Piala Dunia yang sudah diatur. Semoga Tuhan melindungi kami," tambahnya.
Sampaikan Permintaan Maaf dan Beri Sindiran Menohok
Selain meluapkan kekesalannya kepada korps baju hitam, penyerang Mesir ini juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada rakyat Mesir karena gagal mempersembahkan kemenangan manis di turnamen akbar ini.
Ziko merasa frustrasi karena jalannya pertandingan tidak lagi ditentukan oleh performa dan taktik di atas lapangan hijau, melainkan oleh peluit para pengadil.
"Saya meminta maaf kepada rakyat kami. Kami ingin membuat mereka bahagia hari ini. Namun, kami tidak tahu apa lagi yang bisa kami lakukan. Semua ini bukan berada di tangan kami, melainkan di tangan para wasit," ungkapnya lesu.
Sebagai penutup, Ziko melontarkan sindiran menohok bernada sarkasme yang ditujukan kepada sang lawan.
"Selamat kepada Argentina atas gelar juara Piala Dunia mereka."
Editor : Firda Rachmawati
