Dukung Presidennya, FIFA Sebut Kini Banyak Pihak Berupaya Lemahkan Gianni Infantino

FIFA sebut saat ini banyak pihak yang berusaha untuk melemahkan ddan menjatuhkan Presiden Gianni Infantino.

Dukung Presidennya, FIFA Sebut Kini Banyak Pihak Berupaya Lemahkan Gianni Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini beberapa pihak tekah menyuarakan bahwa mereka sudah tidak miliki kepercayaan lagi terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.

FIFA baru-baru ini memperingatkan terhadap apa yang disebutnya sebagai "upaya terkoordinasi dan berkelanjutan" untuk melemahkan Presiden Gianni Infantino.

FIFA mengatakan bahwa upaya untuk menantang kepemimpinannya harus mengikuti statuta badan pengatur dan prosedur demokratis.

Pernyataan itu muncul di tengah kebuntuan yang semakin memanas terkait kepemimpinan Gianni Infantino setelah gagalnya proposalnya untuk mengumpulkan sekitar 4,2 miliar dolar AS dengan menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia dan turnamen lainnya.

Rencana tersebut memicu kritik dari UEFA, asosiasi nasional, dan pejabat senior FIFA, menyebabkan seruan agar Gianni Infantino mengundurkan diri dan memicu pertemuan krisis di Maroko pekan ini di mana kepemimpinan FIFA menegaskan kembali dukungannya kepada Presiden.

FIFA tidak menyebutkan identitas pihak-pihak yang dikatakan berusaha melemahkan Gianni Infantino, atau merinci laporan atau tuduhan mana yang dimaksud.

Pernyataan tersebut menyusul laporan dari The Daily Telegraph tentang pembayaran yang dilakukan oleh UEFA kepada mantan karyawan selama masa jabatan Gianni Infantino sebagai sekretaris jenderal badan pengatur Eropa tersebut, tuduhan yang telah ia bantah dan yang telah ditolak FIFA sebagai tidak berdasar.

"Mereka yang tidak mendapat dukungan dari Asosiasi Anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai melalui tuduhan, sindiran, atau informasi yang salah apa yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokrasi yang telah ditetapkan FIFA," tutur FIFA.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa pemberitaan baru-baru ini mencakup "pernyataan yang tidak berdasar dan klaim yang terbukti salah" mengenai FIFA dan presidennya.

FIFA juga menambahkan bahwa pihaknya akan menantang laporan yang tidak akurat atau menyesatkan "secara langsung dan tegas".

FIFA menyatakan bahwa mereka tidak akan mendukung, memfasilitasi, atau mentolerir proses apa pun terkait pemilihan presidennya yang tidak sesuai dengan statuta, prosedur demokrasi, dan kerangka tata kelolanya.

"Presiden FIFA dipilih secara demokratis oleh asosiasi anggota FIFA dan terus menjalankan mandat mereka," demikian pernyataan tersebut.***


Editor : Irma Nurfajri