Musikal Lutung Kasarung Balik Kampung, 1.250 Tiket Ludes di Negerinya Sendiri
Usai sukses dipentaskan di Jakarta dengan membukukan 3.000 penonton, Musikal Lutung Kasarung dibawa pulang ke negeri asalnya, Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Usai sukses dipentaskan di Jakarta dengan membukukan 3.000 penonton, Musikal Lutung Kasarung dibawa pulang ke negeri asalnya, Bandung.
Produser dari EKI Dance Company Aiko Senosoenoto menuturkan mengenai dipilihnya Bandung sebagai kota pertama pementasan Musikal Lutung Kasarung di luar Jakarta.
Menurutnya, warga Bandung yang makin maju dan modern, membutuhkan hiburan yang berkualitas. Dengan fasilitas pertunjukan yang menunjang, Musikal Lutung Kasarung bakal menghibur warga Bandung.
Sutradara Musikal Lutung Kasarung Ara Ajisiwi mengatakan, Musikal Lutung Kasarung bakal dipentaskan di Serhaya Hall Bandung pada 7-8 Februari 2026.
"Dari 1.250 tiket yang kita siapkan, itu sudah sold out. Kami siap menyapa penonton lintas generasi dengan cerita penuh nilai dan visual yang memikat," kata Ara di Bandung, Senin 26 Januari 2026.
Mengambil latar Kerajaan Pasir Batang, Musikal Lutung Kasarung mengisahkan tentang seekor monyet ajaib yang menolong Putri Purbasari, ketika sang kakak, Purbararang, berusaha merebut tahta dan menghapuskan hak Purbasari sebagai putri mahkota.
Hadir dalam format musikal panggung, Musikal Lutung Kasarung menghidupkan kembali kisah legenda Nusantara asal Jawa Barat dalam balutan seni pertunjukan modern yang segar
dan menghibur, tanpa meninggalkan akar budayanya.
Pertunjukan panggung musikal itu menghadirkan bintang-bintang muda berbakat seperti Gerry Gerardo, Nala Amrytha, Ara Ajisiwi, dan Uli Herdi. Diproduksi EKI Dance Company, musikal ini meramu unsur tari, musik, dan teater dalam gaya kekinian yang akrab bagi generasi sekarang.
Bukan hanya menyuguhkan pertunjukan penuh warna, Musikal Lutung Kasarung juga membawa pesan moral tentang kesetiaan, keberanian, dan cinta yang tulus.
Kehadiran Musikal Lutung Kasarung di Bandung bukan sekadar pertunjukan, tapi juga bentuk selebrasi budaya Indonesia dalam balutan estetika masa kini.
Editor : Doni Ramdhani
