Musim Penghujan Datang, Daop 2 Bandung Pelototi 73 Titik Rawan Bencana

November ini musim penghujan mulai datang dengan intensitas relatif tinggi. Untuk itu, Daop 2 Bandung mewaspadai 73 titik rawan bencana yang berada di wilayah kerjanya.

Musim Penghujan Datang, Daop 2 Bandung Pelototi 73 Titik Rawan Bencana
EVP Daop 2 Bandung Dicky Eka Priandana mengatakan, ke-73 titik rawan bencana itu berada di sepanjang jalur KA yang dilalui. Titik-titik rawan itu muali dari bencana banjir, longsor, jembatan, hingga kontur tanah labil maupun ambles. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - November ini musim penghujan mulai datang dengan intensitas relatif tinggi. Untuk itu, Daop 2 Bandung mewaspadai 73 titik rawan bencana yang berada di wilayah kerjanya.

EVP Daop 2 Bandung Dicky Eka Priandana mengatakan, ke-73 titik rawan bencana itu berada di sepanjang jalur KA yang dilalui. Titik-titik rawan itu muali dari bencana banjir, longsor, jembatan, hingga kontur tanah labil maupun ambles.

“Mengingat intensitas hujan yang meningkat di beberapa hari terakhir, kami (Daop 2 Bandung) melakukan upaya-upaya pencegahan potensi gangguan perjalanan KA di 73 titik rawan bencana yang ada di wilayah kerja kami," kata Dicky, Selasa 12 November 2024.

Menurutnya, antisipasi itu kudu dilakukan karena di wilayah kerja Daop 2 Bandung itu terdapat 164 perjalanan KA. Yakni, Commuter Line Bandung Raya sebanyak 46 KA, KA Walahar sebanyak 10 KA, KA Siliwangi 6 KA, dan Feeder KCJB sebanyak 54 KA.

Berdasarkan pemetaan Daop 2 Bandung, 73 titik rawan bencana itu rinciannya 23 titik tanah labil, 31 titik daerah potensi longsor, 9 titik potensi banjir, plus 10 titik jembatan.

Sejauh ini, Dicky menuturkan sejumlah langkah yang dilakukan Daop 2 Bandung untuk meminimalisir potensi bahaya akibat bencana yang mungkin dapat mengganggu perjalanan KA. Di antaranya dengan normalisasi saluran air dari tumpukan sampah, membuang lumpur ke luar rumija, membuat trucuk dari bambu dan penahan tanah dengan menggunakan karung diisi tanah dan retaining wall.

Sedangkan, alat material untuk siaga (AMUS) juga disiapkan di 14 titik yaitu di Stasiun Bandung, Kiaracondong, Cicalengka, Cibatu, Ciawi, Tasikmalaya, Banjar, Cimahi, Padalarang, Cianjur, Cibeber, Rendeh, Purwakarta dan Cibungur. 

AMUS yang disiapkan tersebut berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari besi untuk penahan pondasi jalur, dan lainnya. Sejumlah peralatan ringan hingga alat berat seperti multi tie tamper (MTT) juga disiagakan untuk merawat kondisi jalur rel agar tetap layak dilintasi KA. 

"Upaya antisipasi lainnya yaitu dengan menyiagakan petugas khusus di titik-titik rawn bencana. Petugas tersebut secara bergantian bersiaga selama 24 jam untuk terus memantau daerah potensi bencana. 

Daop 2 Bandung juga menyiapkan petugas penilik jalan (PPJ) dan petugas posko daerah pantauan khusus. Petugas dan perlengkapan tersebut disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintas KA untuk memantau apabila terjadi kondisi yang dapat menghambat perjalanan KA.


Editor : Doni Ramdhani