Nah, Tiap Bulan Tim Pendamping Keluarga Kabupaten Cirebon Kebagian Pulsa Rp500 Juta

Tiap bulan, tim pendamping keluarga di Kabupaten Cirebon akan menerima pulsa lebih dari Rp500 juta.

Nah, Tiap Bulan Tim Pendamping Keluarga Kabupaten Cirebon Kebagian Pulsa Rp500 Juta

INILAHKORAN, Cirebon – Tiap bulan, tim pendamping keluarga di Kabupaten Cirebon akan menerima pulsa lebih dari Rp500 juta.

Pulsa lebih dari Rp500 juta itu tiap bulan itu tentu bukan untuk satu orang petugas saja. Dana sebesar itu dianggarkan untuk 5.247 pendamping keluarga di Kabupaten Cirebon.

Pulsa lebih dari Rp500 juta setiap bulan itu menjadi bagian anggaran Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau DPPKBP3A Kabupaten Cirebon.

Anggaran pulsa lebih dari Rp500 juta tiap bulan itu adalah bagian dari anggaran Rp10 miliar, termasuk untuk kegiatan lainnya, bagi tim pendamping keluarga.

Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni mengatakan anggaran sebesar itu diberikan kepada 5.247 pendamping kekuarga. Mereka akan diberikan bantuan berupa pembelian pulsa selama 10 bulan.

“Pembelian pulsa ini untuk menunjang tugas-tugas mereka mendampingi kelompok sasaran, seperti ibu hamil, calon pengantin, ibu bersalin, anak balita serta keluarga yang berisiko tinggi terkena stunting,” ungkap Eni Suhaeni kepada wartawan , Minggu 3 November 2024.

Namun, sebut Eni Suhaeni, DPPKBP3A tidak secara langsung menyalurkan uang kepada para pendamping. 

Pihaknya bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi. Setiap bulannya menginjeksi kuota kepada masing-masing pendamping secara otomatis.

“Kami sudah mendata jenis kartu yang digunakan oleh pendamping di awal tahun. Ini memudahkan distribusi kuota agar bisa langsung diakses oleh mereka yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

Eni meluruskan, sebetulnya untuk pembelian pulsa nilainya tidak mencapai Rp10 miliar. Anggaran pulsa lebih dari Rp500 juta tiap bulan itu menjadi bagian dari anggaran Rp.10 milliar untuk kegiatan lainnya.  

Sedangkan alokasi pembelian pulsa setiap bulannya hanya Rp100 ribu. Jadi kalau dikalikan dengan 5.247 pendamping keluarga dikalikan Rp100 ribu, angkanya sekitar Rp520 juta atau mencapai Rp 5,2 miliar untuk 10 bulan.

“Kenapa hanya 10 bulan? Karena yang dua bulannya kita  gunakan untuk persiapan seperti pelatihan pendamping dan penyusunan data,”akunya.

Eni menilai, selama ini tim pendamping ini memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi terkait keluarga berencana dan gizi untuk pencegahan stunting. 

Mereka juga membantu masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang, seperti IUD, implan, dan metode operasi wanita (MOW).

Dia menambahkan, meski dana yang disalurkan untuk pulsa mencapai miliaran rupiah, penggunaannya tetap diawasi dengan ketat oleh Inspektorat. Hal ini untuk memastikan pelaksanaan yang transparan dan akuntabel.***


Editor : Zulfirman