Bio Digester jadi Solusi Pembuangan Limbah Kohe bagi Para Peternak di Kampung Ampera Lembang

Alat instalasi pengolahan yang telah dibuat tersebut mampu mengolah kohe menjadi barang yang lebih bermanfaat seperti pupuk organik dan bahan energi untuk rumah tangga.

Bio Digester jadi Solusi Pembuangan Limbah Kohe bagi Para Peternak di Kampung Ampera Lembang

INILAHKORAN, Ngamprah -- Dibangunnya instalasi pengolahan kotoran hewan atau kohe (Bio Digester) oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITB bekerjasama dengan PT Aimtopindo Nuansa Kimia dan Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Jawa Barat menjadi solusi pembuangan limbah kohe bagi para peternak sapi di di Kampung Babakan Ampera, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, alat instalasi pengolahan yang telah dibuat tersebut mampu mengolah kohe menjadi barang yang lebih bermanfaat seperti pupuk organik dan bahan energi untuk rumah tangga.

Kendati demikian, keberadaan alat Bio Digester itu belum sepenuhnya bisa menampung semua kotoran sapi di wilayah Lembang lantaran baru dibangun di Kampung Babakan Ampera.

Oleh karena itu, pemerintah juga harus turut andil agar pencemaran limbah kohe bisa teratasi dan tentunya secara tidak langsung menyelamatkan lingkungan.

"Kami harap ini tidak hanya di satu daerah saja, tapi disebarkan di tempat lain. Tentu saja dengan bantuan Pemda yang memang mempunyai APBD," kata Ketua Kelompok Keahlian Teknologi pengolahan Biomassa Dan Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Prof. Lienda A. Handojo kepada wartawan. 

Lienda menyebut, berdasarkan hasil penelitian, limbah kohe hasil pengolahan Bio Digester dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, termasuk rumput sebagai pakan utama sapi sehingga peternak tidak akan kesulitan mencari rumput pada musim kemarau.

"Ujung-ujungnya kan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemprosesan berbagai sumber daya yang ada di sini," sebutnya.

"Dengan sirkulasi ekonomi, pemanfaatan sumber saya akan bisa mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah," sambungnya 

Selain itu, sebut Lienda, instalasi pengolahan tersebut bisa menampung kohe sebanyak 352 kilogram per hari dari 20-25 ekor sapi di wilayah Kampung Babakan Ampera. 

"Prototype Bio Digester ini bisa dijadikan contoh dikembangkan di tempat lain karena limbah kotoran sapi, buah hingga sayuran sangat melimpah di wilayah Lembang," sebutnya.

Dirut PT Aimtopindo, Setyo Yanus Sasongko mengungkapkan, Bio Digester merupakan upaya pengelolaan limbah peternakan sapi yang bersih dan menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat.

"Kalau urine dan kotoran sapi bisa dikelola dengan nilai ekonomi maka kandang sapi pasti lebih bersih, higienis," kata Setyo.

"Hasilnya menjadi barang berharga baik untuk menjadi pupuk dan gas energi," ungkapnya.

Pihaknya berharap, masyarakat Lembang bisa mencontoh pemanfaatan limbah kohe menjadi bernilai ekonomi seperti di Kampung Babakan Ampera agar pencemaran dari kotoran sapi bisa lebih ditanggulangi.

"Ke depan, warga di sini tidak lagi bergantung pada elpiji. Mungkin juga bisa menjadi pembangkit listrik," ujarnya.***


Editor : Ahmad Sayuti