Bandung Timur Jadi Target Lokasi Pengolahan Sampah hingga 300 Ton per Hari
Pemkot Bandung tengah mengacari lokasi pengolahan sampah dengan berkapasitas tinggi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Bandung tengah mencari lokasi yang tepat di wilayah Bandung Timur, untuk menjadi titik uji coba teknologi pengolahan sampah berkapasitas hingga 300 ton per hari. Proyek itu, disiapkan bersama Danantara sebagai tindak lanjut arahan Presiden terkait penanganan sampah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, lokasi tersebut masih dalam tahap survei. Pemkot Bandung memprioritaskan lahan, dengan akses yang tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar.
“Sedang disurvei. Semalam setelah rapat, kami langsung bergerak cepat,” kata Farhan pada Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, kebutuhan lahan untuk proyek tersebut paling tidak sekitar 5.000 meter persegi. Namun, ketersediaan lahan bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan lokasi pengolahan sampah.
“Yang paling penting bukan hanya soal luas 5.000 meter persegi. Yang paling penting adalah akses menuju lokasi tidak mengganggu masyarakat,” ucapnya.
Dia menjelaskan, Pemkot Bandung masih berkeliling untuk menemukan lokasi yang paling sesuai. Pencarian saat ini difokuskan di kawasan Bandung Timur, meski belum menetapkan titik secara spesifik.
“Belum tahu. Kami masih berkeliling mencari lokasi yang paling tepat. Yang pasti wilayah Bandung Timur,” ujar dia.
Teknologi yang akan diuji coba tersebut, memiliki kapasitas pengolahan antara 50 hingga 300 ton sampah per hari. Teknologi yang digunakan, sebenarnya bukan teknologi yang sepenuhnya baru. Namun memiliki metode penerapan yang diklaim lebih efisien dan murah.
“Teknologinya sebenarnya tidak benar-benar baru, tetapi metodenya yang baru. Metode tersebut jauh lebih efisien dan lebih murah,” jelasnya.
Untuk tahap awal, Pemkot Bandung akan membangun satu titik pengolahan terlebih dahulu. Proyek tersebut, akan menggunakan skema pembiayaan bersama dengan Danantara berperan sebagai investor dan Pemkot Bandung menanggung biaya operasional.
“Dibagi dua. Danantara akan melakukan investasi, sementara Pemerintah Kota Bandung akan membiayai operasionalnya,” tutur dia.
Adapun biaya pengolahan diperkirakan berada di kisaran Rp250.000 hingga Rp400.000 per ton. Sementara itu, besaran investasi yang diperlukan menjadi bagian yang akan ditangani Danantara.
Saat ini, Pemkot Bandung juga masih menyelesaikan administrasi dan melakukan kajian terhadap teknologi dan biaya penerapannya. Seluruh proses tersebut, diharapkan dapat segera rampung sebelum proyek diumumkan secara resmi.
Langkah itu, menjadi bagian dari upaya Kota Bandung menindaklanjuti pesan Presiden mengenai pentingnya kolaborasi dalam menangani persoalan sampah.
Selain proyek baru itu ditambahkan Farhan, Pemkot Bandung sebelumnya telah menandatangani komitmen pengembangan pengelolaan sampah di Legok Nangka dan Sarimukti bersama pihak terkait.
“Mudah-mudahan hari Senin sudah bisa kami umumkan,” tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


