Hampir Setahun Tak Diangkut, Pedagang Keluhkan Sampah di Pasar Antri Cimahi
Para pedagang Pasar Antri Kota Cimahi mengeluhkan tumpukan sampah yang hampir Setahun tak pernah diangkut DLH
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Gunungan sampah di kawasan Pasar Antri Cimahi kian memprihatinkan dan seolah menjadi duri dalam daging bagi kelangsungan ekonomi para pedagang.
Sampah itu diketahui sudah menumpuk selama hampir satu tahun tanpa penanganan tuntas, menciptakan lingkungan yang kotor, berbau busuk, dan penuh lalat.
Kondisi tersebut bukan sekadar masalah estetika, namun juga merembet ke sektor jual beli dan menurunkan kepercayaan pembeli terhadap pasar tradisional tersebut.
Salah satu pedagang, Siti mengakui betapa sulitnya mempertahankan pelanggan yang menolak berbelanja lantaran aroma tidak sedap yang menyengat hidung serta keberadaan serangga pengganggu.
"Udah mau setahun menumpuknya. Akibatnya banyak lalat dan baunya sangat mengganggu," kata Siti, Senin (27/7/2027).
"Pembeli sering berkomentar, 'Ah baunya menyengat, tidak mau beli lagi'," sambungnya.
Siti menyebut, omset dari makanan dan minuman yang dijualnya mulai mengalami penurunan drastis. Menurutnya, pelanggan keral kali tidak menghabiskan makanan yang dipesan lantaran terganggu bau sampah.
"Bahkan, para calon pembeli lain memilih beralih ke tempat lain yang lebih higienis," sebutnya.
Tak cuma itu, Siti menilai ketidakkonsistenan pelayanan kebersihan, seperti truk pengangkut sampah dinilai tidak rutin lewat ke kawasan pasar, sehingga penumpukan terus terjadi tanpa solusi berkelanjutan meski keluhan terus disampaikan.
Oleh karena itu, dirinya mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait segera bertindak tegas dan cepat mengangkat seluruh tumpukan sampah tersebut.
"Saya cuma ingin sampah ini segera diangkut dan lingkungan bersih kembali. Kami tidak bisa berdagang dengan tenang dalam kondisi seperti ini," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

