Farhan Pastikan Fasilitas Pengolahan Sampah di Kota Bandung Tak Mangkrak
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pengolahan sampah termal yang sudah ada tidak akan terbengkalai meskipun bertentangan dengan kajian LH
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan seluruh fasilitas pengolahan sampah yang telah terbangun di Kota Bandung tidak akan dibiarkan terbengkalai, meskipun pemerintah kota memutuskan melarang penggunaan teknologi termal berskala kecil karena tidak sesuai dengan regulasi lingkungan hidup.
“Kami tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa. Semua fasilitas yang sudah terbangun, akan kami evaluasi secara menyeluruh dengan melibatkan perguruan tinggi yang kompeten di bidang lingkungan,” kata Farhan, Jumat 30 Januari 2026.
Menurut Farhan, kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi aktual fasilitas pengolahan sampah termasuk potensi pemanfaatan, risiko lingkungan dan kemungkinan penyesuaian teknologi agar tetap sejalan dengan peraturan yang berlaku.
Ia menjelaskan, pemerintah kota telah memutuskan tidak lagi menggunakan teknologi pengolahan sampah termal berskala kecil. Khususnya yang berada di bawah kapasitas 10 ton per hari, karena bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Kebijakan pelarangan ini sifatnya tegas. Tapi di sisi lain, kami juga bertanggung jawab memastikan aset daerah tidak sia-sia. Karena itu, pendekatan ilmiah menjadi dasar langkah selanjutnya,” ucapnya.
Farhan menambahkan, setiap rekomendasi hasil kajian akademik. Nantinya akan dikonsultasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup sebelum ditetapkan menjadi kebijakan resmi.
Langkah tersebut dituturkan ia, merupakan bentuk kehati-hatian agar seluruh kebijakan pengelolaan sampah tetap berada dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.
“Kami ingin memastikan setiap keputusan yang diambil tidak menimbulkan pelanggaran. Baik dari sisi regulasi maupun dampak terhadap lingkungan,” ujar dia.
Lebih lanjut, Farhan mengakui persoalan sampah merupakan tantangan besar yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Penanganan sampah membutuhkan perubahan pola pikir, keterlibatan masyarakat dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
“Kami memilih terbuka kepada publik mengenai kondisi yang ada. Meskipun tidak selalu nyaman, keterbukaan itu penting agar kita bisa menemukan solusi yang tepat bersama-sama,” tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

