INILAH, Manchester - Ini yang ditakutkan Pep Guardiola. Kalah sekali lagi, maka peluang Manchester City mempertahankan gelar juara Liga Primer bisa lenyap.
Manchester City kini tertinggal empat poin di belakang Liverpool. Masih banyak laga tersisa, yakni 15 pertandingan. Tapi, Guardiola memiliki pandangan serius, bahwa pasukannya tak boleh tergelincir lagi.
Manchester City akan melawat ke kandang Newcastle United, besok malam. Kemenangan akan membuat mereka bisa terus menempel Liverpool dengan ketinggalan satu poin. Itu pun akan membuat Liverpool yang bakal menjamu Leicester di Anfield, 24 jam kemudian, berada di bawah tekana.
Tapi, Guardiola memperhitungkan, tekanan justru ada di pasukannya. Sebab, jika kalah dari Newcastle, maka selisih poin yang memisahkan mereka dari Liverpool akan semakin sulit dikejar.
Guardiola yang pasukannya tampil sebelum Liverpool memainkan laganya, tak gentar dengan situasi ini. Apalagi, dalam dua situasi sebelumnya, apakah mereka main duluan atau belakangan, Manchester City mampu memenangkannya.
"Jika tidak, (persaingan) hampir berakhir. Setiap pertandingan kini menjadi laga final. Sama seperti di turnamen piala," ujarnya.
Apa yang harus dilakukan Manchester City? Sama saja. "Jika setelahnya, kami harus menang. Kalau sebelumnya, kami harus menang. Semua tim yang ingin memenangkan gelar juara harus merasakan beban, tapi kita harus menanganinya," sebutnya.
Dalam perhitungannya, dengan 15 laga tersisa dan begitu banyak poin tersedia dalam situasi yang berbeda, banyak pertandingan yang masih bisa menentukan. Meski begitu, dia menyadari, perubahan bisa terjadi dari hari ke hari.
"Kami harus membayangkan apa yang akan dilakukan Newcastle dan fokus. Itulah satu-satunya cara, konsisten dan berupaya memenangkannya," katanya pula.
Newcastle boleh saja disebut klub yang sedang berjuang menghindari degradasi. Tapi, Guardiola memperhitungkan mereka akan memberikan perlawanan yang kuat.
"Mereka main nyaris sama seperti Burnley dan Southampton," tentang lawan yang akan dihadapi.