Nurhaeti Warga Cileunyi yang Berinovasi Mengubah  Daun Kelor Menjadi Beragam Makanan Olahan 

Daun kelor (moringa oleifera) sejak dulu dipercaya sebagai tanaman yang memiliki beragam khasiat dan dipercaya sangat bagus untuk memelihara kesehatan tubuh manusia. 

Nurhaeti Warga Cileunyi yang Berinovasi Mengubah  Daun Kelor Menjadi Beragam Makanan Olahan 
Lantaran mengandung berbagai vitaman dan mineral, Nurhaeti salah seorang warga Jalan Raya Ciguruwik, Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung berinovasi membuat beragam olahan pangan berbahan campuran daun kelor. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - daun kelor (moringa oleifera) sejak dulu dipercaya sebagai tanaman yang memiliki beragam khasiat dan dipercaya sangat bagus untuk memelihara kesehatan tubuh manusia. 

Lantaran mengandung berbagai vitaman dan mineral, Nurhaeti salah seorang warga Jalan Raya Ciguruwik, Cinunuk Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung berinovasi membuat beragam olahan pangan berbahan campuran daun kelor. 

Di tangan Nurhaeti dan komunitasnya, daun kelor atau tanaman yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat ini, diolah menjadi beragam olahan pangan. Di antaranya, cookies atau kue kering daun kelor, bolu daun kelor, piza daun kelor, roti daun kelor, cheese stick duan kelor dan masih banyak olahan lainnya yang menggunakan daun kelor sebagai bagan campurannya.

"Selain disayur, telur dadar, pepes, hingga pengganti daun surawung (kemangi) pada combro pakai daun kelor. Rasanya enak sehingga disukai oleh semua kalangan. Tapi yang utama adalah daun kelor ini kaya vitamin dan mineral," kata Nurhaeti di Cileunyi, Minggu 2 November 2025.

Sejatinya, kata Nurhaeti, memang daun kelor ini memang kaya dengan vitamin. Kandungan vitamin yang ada dalam daun kelor ini tujuh kali lipat dari wortel dan buah serta sayuran lainnya. Maka tak heran jika daun kelor ini pun dijuluki sebagai super food. Bagus juga sebagai booster ASI. 

Namun, karena masih belum banyak orang yang memanfaatkan atau mengkonsumsi daun kelor, ia merasa terpanggil untuk berinovasi mengolah daun kelor ini menjadi beragam panganan.

"Ternyata inovasi dengan membuat beragam makanan kekinian, banyak orang dari semua kalangan yang menyukainya. Ini membuat saya optimistis untuk terus membudidayakan serta mensosialisasikan keunggulan dari daun kelor," ujarnya.

Menurut Nurhaeti, ia telah membudidayakan, mengolah serta mensosialisasikan keunikan tanaman kelor ini sejak 2015 lalu. Ia yang juga sebagai ketua kelompok komunitas UMKM Anjanj ini telah memiliki lebih dari 200 orang anggota yang sama-sama membudidayakan serta mengolah daun kelor menjadi beragam panganan. 

"Hasilnya ada macam-macam olahan makanan. Seperti bolu, cheese stick, keripik pisang dengan lapisan pasta daun kelor dan lainnya. Kalau saya olahannya kue kering atau cookies daun kelor. Ada juga yang mengganti bubuk daun origano dengan bubuk daun kelor pada piza, jadi yah banyak jenis olahan yang dibuat oleh kami di komunitas ini," katanya.

Awal mula Nurhaeti tertarik membudidayakan dan mengolah daun kelor menjadi beragam olahan makanan. Yakni ingin mencari dan membuat olahan makanan dari bahan-bahan tanaman yang ada dialam sekitar. Lalu ia bertemu dengan salah seorang kawannya yang merupakan salah satu dosen dan menceritakan kehebatan atau keunggulan dari daun kelor yang selama ini hanya dijadikan sebagai alat atau media mistis oleh sebagian masyarakat.

"Selain itu memang banyak juga juga literatur di internet yang membahas soal keunggulan daun kelor ini. Dari sana saya terus melakukan inovasi dan mengajak kawan-kawan lainnya untuk sama-sama mengolah daun kelor," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani