Praktisi Medis Sebut Budidaya Daun Kelor dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga
Praktisi Medis dan juga Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Maranatha (UKM) Theresia Monica Rahardjo menyebut budidaya daun kelor mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- praktisi medis dan juga Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Maranatha (UKM) Theresia Monica Rahardjo menyebut budidaya Daun Kelor mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
"Kalau misalnya program satu keluarga menanam satu pohon kelor akan memberikan hasil. Diolah untuk mencukupi kebutuhan nutrisi keluarga," tutur Monica Jumat 24 Mei 2024.
Monica yang lebih akrab disapa Dok Mo daun kelor di Indonesia sangat mudah untuk dijumpai. Bahkan, jika harus membeli harganya tidak terlalu mahal.
"Menanam sendiri di rumah jelas akan mempermudah mendapatkan daun kelor. Setelah enam bulan dapat dipanen," jelas Dok Mo.
Dok Mo menyebut manfaat luar biasa daun kelor di lingkungan keluarga. Dia mengambil salah satu contoh pemberian daun kelor kepada ibu hamil. Dok Mo menyebut bisa mencegah bayi yang dikandungnya mengalami stunting.
"Bahkan daun kelor bisa dikonsumsi juga oleh balita," jelas Dok Mo.
Dok Mo menyatakan saat ini banyak penelitian mengenai manfaat daun kelor. Tak hanya di Indonesia, negara-negara seperti Afrika dan Eropa juga sudah melakukan mengenai manfaat luar biasa daun kelor untuk kesehatan.
"Banyak penelitian seperti susu daun kelor, bubuk daun kelor. Ada juga sekarang biskuit yang sudah dicampur dengan bubuk daun kelor.
Penelitian di Indonesia menyebyt bahwa pemberian daun kelor bubuk secara teratur pada dosis tertentu dapat membantu anak-anak kurang gizi untuk memperbaiki kondisinya.
"Misalnya dari kurang gizi berat menjadi kurang gizi sedang kurang gizi sedang menjadi kurang gizi ringan dan kurang gizi ringan dapat menjadi sehat kembali," papar Dok Mo.
Oleh sebab itu, tambah Dok Mo dari daun kelor bisa memperbaiki ketahanan pangan keluarga meskipun tanpa biaya yang mahal.
"Ketahanan pangan bakal berpengaruh pada ketahanan bangsa dan nasional. Dari data indeks ketahanan pangan sendiri indonesia itu masih belum maksimal dimana ketahanan pangan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor yang pertama adalah akses ketahanan pangan yang bergizi dan juga kondisi ekonomi dari keluarga," tambah dia.
"Kalau ketahanan pangan keluarga bisa ditingkatkan maka akhirnya ketahanan pangan nasional itu akan lebih baik," tambahnya kembali.***
Editor : JakaPermana
